17 Maret 2017

BUKU IKAN KOI



Ditulis Oleh :  Untung Mina Papilon (Ketua POKDAKAN "Mina Papilon"
Dan Mahmud Efendi, S.Tr.Pi. (Penyuluh Perikanan Temanggung/Penyuluh Mina Papilon)



Untuk mendapatkan Bukunya
Bisa dibeli secara online di toko buku online
bukukita.com


Jika Anda dan Kelompok ataupun Instansi 
bermaksud mengadakan Pelatihan dan Magang BudidayaIkan Koi
Bisa Menghubungi : WA/Telp/SMS : 085768545369


Ikan Koi (Cyprinus carpio) yang termasuk dalam jenis ikan carper terbilang cukup banyak jenisnya tergantung dari  corak warna pada tubuhnya.  Ikan hias ini sudah puluhan tahun secara turun – temurun dibudidayakan oleh orang Jepang. Bahkan salah satu jenis ikan hias ini, yakni Tancho Kohaku, mirip dengan bendera dan lambang negara  bangsa Jepang dan diangkat sebagai ikan nasional Jepang. Warnanya yang indah dan beraneka ragam, mendorong orang Jepang untuk menghasilkan berbagai jenis koi yang akhirnya digemari oleh orang di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Belakangan Masyarakat Indonesia  sudah tidak asing lagi dengan keberadaan ikan hias koi. Dengan keindahan bentuk tubuhnya yang bulat memanjang seperti torpedo dan disertai dengan berbagai warna yang menempel pada sisiknya menjadikan ikan satu ini sebagai Rajanya Ikan Hias.

Ikan koi di Indonesia merupakan ikan hias favorit dan banyak digemari oleh masyarakat luas, karena warna tubuhnya yang mempesona dan harganya yang relatif mahal. Ikan hias dengan warna eksotik ini sampai sekarang masih menjadi salah satu komoditas perdagangan yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Kehadiran Ikan hias ini di tengah keluarga bisa membawa “aura lain” disaat penat melanda bahkan ada yang menghubungkannya sebagai sarana untuk mendapatkan “hokky”. Jikalau ikan koi dipelihara dalam skala kecil layaknya ikan hias lainnya, bisa dijadikan sarana relaksasi dan untuk menyalurkan hobi seseorang dengan mengamati keindahan warna tubuh serta lenggak – lenggok badannya yang menawan. Bahkan apabila ikan hias ini dipelihara dalam skala besar dapat digunakan sebagai bisnis alternatif  sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Potensi pengembangan bisnis komoditas ikan hias ini semakin lama semakin meningkat. Setiap tahunnya  nilai perdagangan ikan hias eksotis ini semakin menjanjikan untuk dikembangkan. Bisnis ikan hias ini merupakan salah satu andalan ekspor non migas yang mulai berkembang pesat seiring dengan permintaan pasar internasional yang semakin tinggi. Perkembangan produksinya dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Geliat bisnis ikan koi ini terlihat dari tren produksi ikan koi yang terus meningkat pada setiap  tahunnya.  Beberapa provinsi yang merupakan sentra budidaya ikan koi terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta dan belakangan yang mulai menggeliat adalah di Jawa Tengah.

Data statistic di Bogor pada tahun 2014 menyebutkan bahwa produksi terbesar Ikan Koi berasal dari Kec. Ciampea sebesar 5.225,11 RE (Pen. Ribu Ekor), menyusul Kec. Pamijahan sebesar 5.146,81 RE dan posisi ketiga adalah Kec. Parung sebesar 3.625,00 RE (http://www.bbp2hpjakarta.kkp.go.id/artikel/Aktivitas-Distribusi-dan-Pemasaran-Ikan-Koi-di-Kabupaten-Bogor). Sedangkan Data produksi ikan hias nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berdasarkan Statistik Ikan Hias Indonesia 2016, menyebutkan bahwa pada  tahun 2015 produksi ikan koi mencapai 392.372,34 ribu ekor. (http://suhana.web.id/2017/01/25/ekonomi-ikan-hias-indonesia-2-produksi-ikan-hias-nasional/). Semua ini menunjukkan bahwa bisnis Ikan Koi  mulai merangkak naik dan sangat layak untuk dikembangkan dan dijadikan peluang usaha alterntif yang menjanjikan.

Jalur pemasaran ikan koi selama ini sangat beragam antara lain dengan cara pembelian langsung ke kolam pembudidaya, kolam penampungan, pasar, toko eceran ikan hias, pedagang ikan hias keliling dan transaksi atau jual beli antar sesama hobbies ikan koi. Bahkan belakangan juga mulai berkembang cara penjualan secara online model lelang dengan memanfaatkan sosial media. Sasaran pasarnya pun juga sangat variatif tergantung  daya beli masyarakat serta kwalitas koi yang dihasilkan. Ikan koi dengan kualitas grade A, high grade dan kontes, pada umumnya diminati oleh hobbies dengan budget yang tinggi karena ikan koi grade A, high grade dan kontes mempunyai harga penjualan yang tinggi. Terhadap sasaran pasar hobbies ini, umumnya mereka datang ke lokasi farm pembudidaya dan memilih secara langsung ikan koi mana yang akan dibeli. Hobbies dengan kelas kontes, sudah mempunyai kriteria sendiri dalam memilih ikan koi dan melakukan tawar menawar secara langsung sesuai kualitas yang diminati. Sedangkan untuk Ikan koi dengan kualitas grade B dan grade C pada umumnya diminati oleh penghobi dengan budget yang tidak terlalu tinggi. Terhadap sasaran pasar ini aktivitas yang biasa dilakukan adalah para penghobi membeli ke padagang grosir untuk pembelian dalam jumlah banyak dan ke pedagang eceran untuk pembelian per ekor.

Sistem pemasaran Ikan Koi ada beberapa jenis yang secara umum dilakukan oleh pedagang ikan koi, yaitu ikan koi dijual per ekor dan dijual per paket. Untuk ikan koi yang dijual per ekor, seperti sistem pemasaran pada umumnya, yaitu pembeli memilih ikan koi sesuai grade dan kualitas, kemudian membayar sesuai jumlah ikan yang dibeli. Berbeda dengan penjualan sistem paket dimana pembeli harus membeli 1 paket ikan yang biasanya terdiri dari  lima ekor ikan dengan kualitas yang bervariasi. Bahkan ada juga dengan sistem penjualan “borongan” dengan cara pembeli datang langsung ke pembudidaya  dan membeli langsung seluruh anakan koi dalam satu kolam budidaya atau pendederan tanpa melakukan grading/sortasi terlebih dahulu. Sistem pemasaran yang berbeda ini merupakan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen.

Pada pembudidayaannya usaha pembenihan koi memegang peranan penting  dalam penyediaan benih yang akan dibesarkan hingga proses pewarnaan mencapai kesempurnaan. Karena Kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik. Karenanya diperlukan tahapan budidaya yang harus sesuai Standar Prosedur Operasional yang benar agar bisa menghasilkan Kwalitas Koi yang Super dan layak jual serta berpotensi untuk memenangkan kontes.
Salah satu yang sangat berperan dalam keberhasilan budidaya termasuk sektor pembenihan ikan koi diantaranya adalah konstruksi kolam yang tepat. Dalam memelihara koi, kolam adalah bagian penting. Oleh sebab itu dalam membangun kolam usahakan agar kolam yang kita buat sesuai dengan habitat koi dan  dengan sistem filterisasi yang benar. Karena sebenarnya memelihara koi sama saja dengan memelihara air.  Karenanya perlu langkah-langkah pembuatan kolam secara benar.
Induk Koi Impor Papilon

Buku Ikan Koi yang sedang anda baca ini akan mengenalkan kepada anda apa itu ikan koi. Dijelaskan juga mengenai cara membudidayakannya dilahan sempit yang disertai tahapan dan langkah dalam membuat Konstruksi Kolam lengkap dengan filtrasinya. Disajikan pula  tahapan budidaya mulai persiapan lahan, pemilihan induk, pemijahan, pendederan, pemberian pakan, pemanenan, grading sampai dengan pengiriman ikan koi sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah disesuaikan dengan SNI. Dijelaskan juga teknis karantina beserta Cara Penanggulangan Hama dan Penyakit yang biasa menyerang ikan koi.  Pada bagian akhir buku ini juga dijelaskan tips dan trik dalam memelihara ikan koi yang disertai pernak perniknya dan tak lupa juga dilengkapi dengan analisis usaha. Kami berharap, semoga pengalaman yang kami rangkum dalam buku ini dapat bermanfaat bagi dunia perikanan, khususnya Pembudidayaan Ikan Koi. Sehingga diharapkan usaha ini bisa menjadi usaha alternatif untuk menambah penghasilan bagi para pembudidaya ikan agar lebih sejahtera. Salam Sukses Dunia Akherat bagi Kita semua…..

BUKU PANEN CACING SUTERA SETIAP 6 HARI


Ditulis Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi (Penyuluh Perikanan Disnakkan Temanggung)



Untuk mendapatkan Bukunya
Bisa dibeli secara online di toko buku online
bukukita.com

Bisa Baca sample Bukunya di
https://books.google.co.id/books/about/Panen_Cacing_Sutra_Setiap_6_Hari.html?id=Xr9TDgAAQBAJ&redir_esc=y


Jika Anda dan Kelompok ataupun Instansi 
bermaksud mengadakan Pelatihan dan Magang Budidaya Cacing Sutra
Bisa Menghubungi : WA/Telp/SMS : 085768545369




Ketersediaan pakan yang salah satunya merupakan pakan alami sangatlah diperlukan pada usaha pembenihan ikan air tawar maupun ikan hias. Penggunaan  pakan alami yang masih hidup untuk budidaya ikan memiliki beberapa keuntungan selain harganya yang lebih murah juga tidak mudah busuk sehingga dapat mengurangi pencemaran kualitas air. Selain itupakan alami lebih mendekati pada kebutuhan biologis ikan karena merupakan jasad hidup dan mempunyai kandungan gizi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan pakan buatan.
Salah satu diantara sekian banyak pakan alami untuk budidaya ikan adalah cacing sutera atau juga dikenal dengan cacing rambut. Cacing sutera ini menjadi makanan favorit bagi semua benih ikan yang biasanya diberikan dalam keadaan hidup atau masih segar ke dalam air. Cacing ini cukup mudah dijumpai dialam  dan relatif  mudah untuk dibudidayakan. Kemampuanya beradaptasi dengan kualitas air yang jelek membuatnya bisa dipelihara di perairan mengalir mana saja, bahkan pada perairan tercemar sekalipun. Selain itu nutrisi yang ada pada cacing ini cukup baik untuk mempercepat pertumbuhan benih ikan. Dengan berbagai keunggulan tersebut membuat cacing sutera (Tubifex sp) menjadi primadona pakan alami bagi dunia pembenihan khususnya ikan air tawar. Namun sayang pasokan cacing sutera selama ini lebih banyak mengandalkan tangkapan alam sehingga sangat tergantung musim. Kondisi ini menyebabkan harga jual di pasaran kurang stabil, biasanya harga akan naik jika memasuki waktu musim penghujan tiba.
Pada musim hujan selokan dan parit yang biasanya menjadi tempat hidup cacing sutera sangat sering terjadi banjir dengan alian air yang sangat deras.Sehingga menjadi dilematis bagi para pencari cacing untuk mendapatkan cacing hasil tangkapannya.Padahal harga jualnya tinggi akan tetapi sangat sedikit yang bisa ditangkap. Begitu juga yang terjadi pada para penampung yang biasanya menjual cacing tubifex sp di poultry ataupun ditoko-toko lain yang menjual pakan ikan hias.Pelanggan mereka harus kecewa dan gigit jari karena pada musim hujan keberadaan cacing sutera ini menjadi langka.
Ketergantungan pasar terhadap komoditas cacing sutera dari tangkapan alam sebenarnya juga kurang menguntungkan bagi pembenih ikan. Kualitas cacing sutera tangkapan alam biasanya kurang baik, bahkan cenderung dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada benih ikan dan dapat menyebabkan kematian masal. Timbulnya penyakit ini disebabkan cacing sutera membawa bahan pencemar dari habitat asalnya seperti jamur dan  bakteri. Meskipun biasanya pembenih ikan akan mencuci dahulu cacing sutera dan merendamnya dengan kandungan methyllin blue  rendah sebelum diberikan pada benih ikan. Akan tetapi belakangan penggunaan bahan kimia seperti methyllin blue  disarankan agar tidak dipakai lagi dalam proses budidaya ikan karena melanggar kaedah Cara Berbudidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Serangkaian kondisi yang kurang menguntungkan diatas  janganlah membuat kita khawatir dan pasrah dengan keadaan. Tetapisemestinya kita melihat hal ini sebagai sebuah peluang usaha untuk memulai berbudidaya cacing sutera. Selain mudah untuk dibudidayakan bagi yang sudah mengetahui tehnik budidayanya, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya cacing sutera juga relatif murah.
Cacing sutera dari hasil budidaya mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan tangkapan alam.Selain itu tingkat kebersihan, kesehatan, umur panen, ukuran cacing sutera serta kuantitas dan kontinuitas produksinya juga terjamin. Sehingga merupakan suatu keniscayaan bagi para breederagar proses pembenihan terjamin kualitas, kuantitas dan kontinyuitasnya untuk membudidayakan cacing sutera ini.
Setelah membaca buku ini diharapkan pembaca bisa melakukan Budidaya Cacing Sutera mulai tahapan persiapan budidaya, proses budidaya, pemeliharaan, cara memanen cacing sutera serta tehnik pengemasannya. Sehingga diharapkan bisa langsung melakukan proses pemeliharaan cacing sutera dengan beberapa wadah pemeliharaan seperti pada kolam tanah dan wadah bertingkat. Sehingga diharapkan para Pembenih ikan tidak tergantung lagi pada hasil tangkapan alam dimana kuantitas dan kualitasnya kurang terjamin dengan bisa berbudidaya cacing sutera dengan berbagai macam wadah budidaya. Sehingga pelaku utama dan pelaku usaha perikanan khususnya para breeder dapat memenuhi kebutuhan cacing sutera pada masa pembenihan ikanmelalui proses budidaya yang modern, higienis dan terjamin kontinyuitasnya sejak persiapan budidaya, proses budidaya, pemeliharaan, cara memanen serta tehnik pengemasan cacing sutera.