11 Juli 2012

LELE : PANGANAN nDESO GIZINE KUTHO


Oleh Mahmud Efendi, A.Md (Penyuluh Perikanan Kec. Parakan - Temanggung)






Ikan lele di Temanggung sudah tidak asing lagi. Kalau kita pergi kepasar ikan pasti banyak ditemui masyarakat yang tidak bosan-bosannya membeli ikan lele. Keberadaannya menjadi incaran banyak orang dari berbagai kalangan terutama menjelang hari raya dan acara keagamaan lainnya. Bahkan sampai ada anggapan “Rasanya Kurang Lengkap pada Hari Raya kalo tidak Makan Lele”. Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia). Di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), ナマズ (Jepang) dan 鲇形目 (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air. Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk dikonsumsi dengan berbagai macam produk olahan seperti : Pecel Lele, Abon Lele, Krupuk Kulit Lele dan Bakso Lele. Keberadaan Lele juga bisa berfungsi untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena bisa memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk. Sehingga Lele juga bisa mengurangi resiko terjangkinyat DBD terutama pada musim hujan saat banyak genangan air. Karena Lele juga bisa memakan jentik-jentik nyamuk Aedes Aegepti yang berpotensi menyebarkan Penyakit Demam Berdarah. Seringkali lele juga ditaruh dan dikembangbiakan di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan dan memakan kotoran-kotoran. Dengan alasan ini mungkin tidak semua orang menyukai lele karena masih beranggapan ikan lele menyukai makanan busuk yang berprotein dan kotoran yang berasal dari kakus. Padahal sekarang sudah banyak Cara Budidaya Ikan Lele yang Baik dan Higienis dengan menggunakan Media Terpal dan Kolam Beton/Semen. Makanannya pun sudah berupa Pakan Buatan (Pellet) yang dibuat secara Higienis dan kandungan bahan Pakannya juga berprotein tinggi (rata-rata diatas 30 %, tergantung Merk dagangnya). Dan apabila kita masih meragukan asal Lele dari tempat yang kotor sebetulnya kita juga bisa memberoknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Diberok itu maksudnya lele dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dan tidak dikasih pellet, sehingga kotoran-kotoran yang ada ditubuhnya bisa keluar dan kita bisa mengkonsumsinya secara aman. Selain ikan Lele sudah mulai dibudidayakan ditempat yang higienis, ikan ini juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.
Pada Ikan Lele budidaya 1 fillet (141.5g) yang dimasak dengan menggunakan air 5 OZ (+/- 140 ml air) bisa mengandung :
  Kalori: 217
  Protein: 26.7g
  Karbohidrat: 0.0g
 Total Fat: 11.5g
 Fiber: 0.0g
  Selenium (20.7mcg),
 Vitamin B12 (4mcg)
  Kalium (459mg)
  Niacin (3.6mg)
Pada 100 gram ikan lele yang berasal dari penangkapan perairan umum ketika dimasak mengandung beberapa unsur penting yang diperlukan tubuh, seperti :
0,333 gram asam lemak omega-3, berasal dari EPA (0.1g),
DHA (0.137g),
dan ALA (0.096g).
Dan kandungan pada 100 gram lele hasil budidaya bisa memberikan :
0,259 gram asam lemak omega-3, berasal dari EPA (0.049g),
DHA (0,128),
dan ALA (0.082g)
sumber: http://www.mothernature.com/Library
Kandungan gizi yang terkandung pada lele ini memiliki peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh dan apabila jenis gizi tersebut tidak terpenuhi dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Berikut nilai dan kandungan gizi yang terdapat pada 100 gram ikan lele:



Hal-hal diatas bisa dijelaskan secara ringkas sebagai berikut :
1. Sumber energi Ikan lele bisa menjadi sumber energi yang baik. Apabila kita kekurangan sumber energi maka dapat membuat tubuh lemas dan mengakibatkan akivitas kita bisa terhenti sehingga menjadi tidak produktif.
2. Protein Ikan Lele banyak mengandung Protein, apabila kita kekurangan protein bisa menyebabkan kerontokan rambut, kuku yang tidak sehat, serta gangguan pertumbuhan.
3. Lemak Lemak merupakan sumber asam lemak esensial. Pada lelepun juga ada kandungan lemaknya, yang apabila kita kekurangan lemak dapat menimbulkan gangguan saraf dan penglihatan, kegagalan reproduksi serta gangguan pada kulit, hati, dan ginjal.
4. Kalsium (Ca) Kalsium banyak terdapat pada ikan , termasuk juga ikan lele, apabila kita kekurangan kalsium (Ca) dapat menyebabkan pelunakan tulang dan pertumbuhan tulang yang tidak sempurna.
5. Fosfor (P) Kekurangan fosfor dapat menyebabkan radang gusi dan kerusakan gigi. Fosfor juga mempengaruhi pertumbuhan tulang. Ikan lelepun ada kandungan Fospornya
6. Zat besi (Fe) Zat besi pun bisa kita penuhi dengan mengkonsumsi lele. Karena apabila kita kekurangan zat besi dapat mngakitbatkan penyakit anemia. Ciri-ciri orang yang kekurangan zat besi adalah pusing, suhu tubuh dingin, mudah keletihan, tidak bergairah dan pucat.
7. Natrium Hal yang terjadi pada tubuh yang kurangan natrium adalah volume darah menurun yang membuat tekanan darah menurun, pusing, kadang disertai dengan kram otot, lemas, lelah, dan kehilangan selera makan. Hal ini bisa kita hindari dengan semakin banyak mengkonsumsi lele.
8. Tiamin (B1) Tiamin merupakan suatu koenzim. Kekurangan tiamin (Vit B1) dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tepi atau lesi pada saraf pusat dan dapat mengakibatkan penyakit beri-beri. Karena itu kita juga bisa terhindar dari penyakit ini apabila sering menkonsumsi lele.
9. Riboflavin (B2) Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan lesi pada mulut, bibir dan lidah. Bisa dijamin apabila kita mengkonsumsi lele akan terhindar dari hal seperti diatas.
10. Niasin Kekurangan niasin dapat menyebabkan sindrom defisiensi pelagra yang ditandai dengan penurunan berat badan, gangguan pencernaan, dermatitis serta depresi.
Berdasarkan penjelasan diatas, jelaslah bahwa tubuh manusia membutuhkan zat-zat yang terkandung pada ikan lele. Meskipun ikan lele hidup ditempat yang terkadang masih kita anggap kotor, namun ikan lele memiliki kandungan gizi yang baik. Ikan lele tidak memiliki sisik, memudahkan pengolahan ikan lele agar layak untuk dikonsumsi. Belakangan ini sudah banyak ditemukan pedagang ikan lele yang telah mengolah ikan lele dengan baik, sehingga rasa ikan lele menjadi gurih dan enak. Bahkan ditemanggung pun sudah banyak ditemukan produk Olahan Ikan Lele ini, seperti : Abon dan Kripik Kulit Lele “Clarias” Dangkel, Snack/Kripik Lele “Cempaka Rasa Traji, Kerak Lele dan lain sebagainya.

Jadi dengan beberapa kelebihan Ikan lele yang dapat bertahan hidup lebih lama, perkembangbiakan ikan lele yang mudah dibudidayakan, kandungan gizi yang tinggi, rasa ikan lele yang enak serta dapat diolah dengan berbagai macam produk olahan seharusnya dapat menjadikan lele sebagai daya tarik tersendiri untuk dibisniskan dan dibudidayakan. Sehingga dengan kandungan gizinya yang tinggi, yang kebanyakan masyarakat beranggapan seolah-olah pemenuhan gizi yang tinggi harus kita beli dari masakan-masakan instant yang ada di kota, tak berlebihan apabila kita mengatakan Ikan Lele sebagai “PANGANAN nDESO GIZINE KUTHO”. Atau dengan Potensi Lele yang mudah dibudidayakan dan mempunyai nilai jual yang tinggi serta harga yang relatif stabil dibanding harga daging lainnya, tak salah juga kalo nantinya kita bisa menjadikan lele sebagai “PRODUK nDESO REZEKINE KUTHO”.

11 Juni 2012

PAKAN ALAMI SPIRULINA


Oleh : Mahmud Efendi, A.Md (Penyuluh Perikanan Parakan) Pakan alami sangat dibutuhkan oleh benih ikan untuk melangsungkan hidupnya. Fungsi utama pakan adalah untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Pakan yang dimakan oleh ikan pertama-tama digunakan untuk kelangsungan/ mempertahankan hidupnya dan kelebihannya akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Selama ini jenis pakan yang banyak digunakan adalah pakan buatan. Sebagai pakan benih ikan, jenis pakan buatan mempunyai banyak kekurangan dibandingkan pakan alami. Komponen penyusun pakan alami lebih lengkap, sehingga ikan cenderung lebih menyukai pakan alami. Selain itu tidak membahayakan pemangsa. Kebutuhan pakan alami ini semakin sulit terpenuhi, karena pembudidaya ikan belum memahami teknik kultur pakan alami. Oleh karena itu baru beberapa pengusaha yang menanamkan modalnya secara khusus dalam produksi pakan ikan alami. Berbeda dengan pakan buatan yang lebih praktis dan mudah pengerjaannya, sehingga banyak pembudidaya ikan menggunakannya meskipun sebenarnya kurang baik atau sering membahayakan untuk pembenihan larva udang maupun ikan. Kelemahan pakan buatan adalah kurang menarik pemangsa karena lama-lama tidak mengambang/melayang di air. Disamping itu apabila tidak habis dapat membahayakan ikan dan udang peliharaan, serta perairan menjadi tercemar. Kultur pakan alami Spirulina dapat dilakukan oleh para pembudidaya dengan mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas. Pengembangan pakan alami mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya karena mikroalga mudah dikultur, ukuran sesuai mulut larva/ikan pemangsa, pergerakan mampu memberikan rangsangan bagi pemangsa untuk memakannya, mampu berkembang biak dengan cepat dalam waktu relatif singkat sehingga ketersediaannya dapat terjamin sepanjang waktu. a.Kandungan Spirulina Spirulina merupakan mikroalga yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami benih ikan. Alga ini mempunyai kandungan gizi yang tinggi, yaitu protein yang bisa mencapai 70 % dari berat keringnya sehingga dapat menjadi alternatif bagi makanan kesehatan. Dalam dunia perikanan, mikroalga ini telah banyak dijual dalam bentuk tepung dan produk-produk makanan olahan. Tepung seperti ini sudah diproduksi secara komersial di California, Israel, Jepang, Taiwan dan juga Mexico. Spirulina merupakan : Ë Mikroalga hijau kebiruan Ë Sel berkoloni dan membentuk filamen terpilin yang menyerupai spiral/helig Ë Mengandung berbagai zat gizi seperti:  Protein dapat mencapai 72 %  Lipid 8%  Karbohidrat 16%  Vitamin B1, B2, B6, B12, C, niasin, β karotin  Kandungan asam amino yang cukup seimbang.  Mengandung salah satu asam lemak esensial yaitu asam γ-linoleat (GLA), yang merupakan asam lemak majemuk. Spirulina adalah alga hijau biru yang berbentuk spiral yang memiliki panjang sel adalah 300-500 mikron atau sekitar ½ milimeter, sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Spirulina dapat hidup di kolam yang hangat dan sedikit mengandung garam. Dia tumbuh sangat cepat dan merupakan salah satu penghasil oksigen di planet ini. Tumbuhan satu sel yang sangat sederhana ini adalah satu komponen utama dari rantai makanan dan kehidupan di planet ini. Sebagai makanan sehat yang seimbang, spirulina berfungsi untuk mencegah penyakit dan mempercepat penyembuhan. Spirulina bersifat sangat alkali sehingga dapat membantu memperbaiki keseimbangan pH basa pada sel tubuh. Dalam sebuah referensi dinyatakan bahwa ganggang spirulina memiliki kandungan Nutrisi dengan komposisi sebagai berikut : • 60 – 70% Protein • 20 – 25% Karbohidrat • 3 – 5% Lemak • 5 – 8% Mineral dan Vitamin • 2 – 5% Air Pigmen Spirulina menyediakan semua asam amino yang diperlukan tubuh dan dalam bentuk tersebut 5 kali lebih mudah untuk dicerna dibanding dengan protein kedelai. Spirulina mengandung 8 asam amino essensial dan 10 asam amino non essensial. Spirulina mengandung lipopolisakarida sebesar 1,5% bobot keringnya, kandungan lipopolisakarida inilah yang menjadikan Spirulina digunakan sebagai immunostimulan yang potensial dalam meningkatkan respon kekebalan tubuh pada ikan. Dinding Spirulina kaya akan muco-protein meningkatkan lapisan mukus pada kulit ikan yang menyebabkan sirip ikan lebih sehat, meningkatkan resistensi/ peradangan kulit terhadap serangan penyakit. b. Spirulina Untuk Ikan Hias Manfaat lain dari mikroalga Spirulina adalah sebagai pakan zooplankton/ larva udang atau ikan dan hewan-hewan kecil lainnya. Di Jepang Spirulina diberikan pada ikan mas koki dan ikan hias lainnya untuk meningkatkan kualitas warna ikan hias tersebut. Hingga saat ini di Indonesia belum terdapat pembudidayaan spirulina skala massal yang dilakukan oleh pembudidaya ikan untuk kepentingan pakan alami. Menurut Prof Nyoman Kabinwa, periset spirulina, perairan Indonesia meliputi perairan tawar, payau, dan laut berpotensial untuk pengembangan ganggang hijau biru. Manfaat penambahan spirulina pada makanan ikan adalah mencerahkan warna ikan, menaikan pertumbuhan rata-rata. Sementara bagi ikan konsumsi sprirulina berpengaruh pada bau dari ikan tersebut, Ikan memberikan respon kepada rasa spirulina dan membuat ikan lebih berdaging. Ikan akan tumbuh lebih cepat, rasanya lebih enak, dan mencegah penyakit. Pada spesies ikan tropis, spirulina merupakan bagian yang penting dalam kandungan makanan. Lima manfaat spirulina untuk kesehatan ikan adalah sebagai berikut: 1. Spirulina mengandung vitamin dan mineral. 2. Spirulina kaya akan muco protein baik untuk kesehatan kulit. 3. Kandungan phycocyanin yang dapat mengurangi obesitas dan membuat ikan menjadi lebih sehat. 4. Kandungan asam lemak yang berguna untuk pertumbuhan organ. 5. Spirulina mengandung zat pewarna natural seperti carotenoids. Dengan memberi spirulina, ikan tropis akan menjadi lebih indah, sehat, dan dapat hidup lebih lama. Pada ikan koi, yang kaya akan warna, Seringkali dijumpai makanan koi dengan label “Spirulina Added”. Spirulina menjadi sesuatu yang tidak asing lagi bagi penggemar koi. Spirulina merupakan ganggang biru-hijau yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kecemerlangan pada ikan. . Contoh Produk Pakan Koi yang mengandung spirulina Spirulina merupakan ganggang biru-hijau yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kecemerlangan pada ikan Koi, karena itu lazim dipakai sebagai tambahan makanan ikan Koi. Sampai sekarang Spirulina menjadi suplemen utama dalam makanan penambah waena pada ikan Koi. Kecemerlangan dan ketebalan warna Ikan Koi dipengaruhi oleh jumlah sel-sel pigmen warna yang berada dibawah kulit ikan Koi. Jumlah sel-sel ini akan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Konsumsi makanan yang mengandung zat-zat warna ini akan membantu mencemerlangkan dan mencerahkan warna ikan Koi. Selain makanan faktor lingkungan seperti air kolam koi juga ikut mempengaruhi kecemerlangan dan kecerahan warna koi. Sampai sekarang Spirulina menjadi suplemen utama dalam makanan penambah kecerahan warna pada ikan. Pada Kecemerlangan dan ketebalan warna Ikan Koi dipengaruhi oleh jumlah sel-sel pigmen warna yang berada dibawah kulit ikan Koi. Jumlah sel-sel ini akan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Konsumsi makanan yang mengandung zat-zat warna ini akan membantu mencemerlangkan dan mencerahkan warna ikan Koi. Semestinya hal ini juga berlaku pada jenis ikan hias lainnya, misalnya pada cupang hias. c.Kultur Spirulina Mikroalga bersel silindris dengan dinding selnya yang tipis ini memiliki potensi pengembangan yang lebih besar dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi. Mikroalga Spirulina dapat mudah dikembangkan dengan lebih cepat dan praktis. Pengembangan dilakukan menurut dimensi volume, berbeda dengan tumbuhan tingkat tinggi yang saat ini masih dikembangkan dalam dimensi luas. Pemanfaatan luas lahan yang sama, dapat memberikan efisiensi yang lebih besar bagi pembudidayaan mikroalga. Selain itu dengan daur hidupnya yang pendek mikroalga Spirulina mampu berkembang biak dalam waktu yang singkat, dapat dipanen sekitar 3-7 hari setelah inokulasi. Sedangkan tumbuhan tingkat tinggi, misalnya padi paling cepat membutuhkan waktu sekitar 100 hari untuk dapat dipanen. Kultur Spirulina dibagi menjadi tiga tahap, yaitu isolasi atau pembuatan stok murni diruang alga. Sedangkan perbanyakan kultur Spirulina skala laboratriun dilakukan di Laboratorium Biologi. Dan kultur skala semi massal dan massal dilakukan oleh para pembudidaya. Kultur dilakukan secara bertahap :  Dimulai dari kultur skala laboratorium volume 500-1000 ml dengan pemberian bibit Spirulina sebanyak 1/3 dari air media.  Setelah bibit (inokulan) dimasukkan ke dalam botol kultur yang berisi air media, diberi aerasi (udara) agar Spirulina dapat berkembang dengan cepat. Suhu ruangan diusahakan stabil sekitar 230C-240C.  Sebagai sumber cahaya untuk berlangsungnya fotosintesis digunakan lampu TL-40 watt dengan intenitas cahaya 3.000-4.500 lux.  Penggantian air media dilakukan 4-5 hari sekali. Yaitu dimana Spirulina sedang dalam masa pertumbuhan, ditandai secara visual dengan warna air yang sesuai dengan pigmentasi sel Spirulina yang dikultur.  Kultur skala laboratorium dilakukan secara bertahap hingga volume 2-5 Liter. Tahapan ini juga bisa dimulai dari kultur skala semi massal mulai dari volume 20 liter hingga 100 liter.  Wadah I terbuat dari ember berukuran 25 liter dan wadah II terbuat dari bak plastik berukuran 120 liter.  Air yang digunakan untuk kultur harus disterilisasi dulu dengan cara air yang akan digunakan disaring sebelumnya dengan screen, laku ditambahkan chlorin 60 mg/ L selama minimal 1 jam dan dinetralisir dengan larutan Na-Thiosulfat 20 mg/ L untuk menghilangkan sisa-sisa chlorin dalam air hingga bau chlorin hilang.  Air steril dimasukan pada wadah I, kemudian di masukan inokulum sekitar 1 / 20 bagian dari total volume atau untuk 20 liter air datambahkan sekitar 4 liter Spirulina.  Inokulum dipupuk Menggunakan media CFTR (2) yakni berasal dari komposisi NPK (17:17:17 atau 15:15:15) 1.000 mg, TSP 100 mg, MgSO4 50 mg. NaHCO3 4000 mg.  Pencahayaan hanya mengandalkan cahaya matahari pada siang hari. Pada keadaan tertentu dimana cahaya matahari kurang memadai, dapat menggunakan lampu TL atau lampu sorot.  Aerasi dijaga jangan sampai mati, karena hal itu akan menghambat pertumbuhan Spirulina dan dapat menyebabkan kematian.

21 Maret 2012

Budidaya Cacing Sutera

Oleh : Mahmud Efendi, A.Md(Penyuluh Perikanan Parakan)


Cacing sutera (Tubifex), sering juga disebut cacing rambut atau cacing darah merupakan cacing kecil seukuran rambut berwarna kemerahan dengan panjang sekitar 1-3 cm, dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas-ruas. Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik.
Cacing rambut merupakan salah satu alternatif pakan alami yang dapat dipilih untuk memberi makan ikan yang anda pelihara, terutama pada saat fase larva hingga benih ataupun untuk ikan hias anda karena memiliki kandungan nutrisi yang baik dan cenderung seimbang dan sangat bagus untuk pertumbuhan ikan.
Di dalam tubuh cacing sutera terkandung kira-kira 57% protein dan 13% lemak, yang oleh karena itu merupakan pakan yang baik untuk ikan, tidak terkecuali ikan yang dipelihara manusia seperti lele atau ikan hias.


Cacing sutera biasanya diperoleh dengan cara menambang/mengambilnya dari sungai. Kegiatan penambangan ada yang dilakukan dengan cara menyelam. Apabila seorang penyelam menemukan koloni cacing sutera di dasar sungai, maka koloni cacing tersebut akan ditambang (diangkat) dari dasar sungai. Namun apabila penyelam tidak menemukan koloni cacing sutera di dasar sungai yang diselami, maka dia akan berpindah ke lokasi lain, yang jaraknya bisa beberapa kilometer dari lokasi semula.
Kegiatan penyelaman/pengambilan cacing tersebut dilakoni karena nilai ekonomi cacing sutera yang cukup menjanjikan. Harga cacing sutera berkisar antara Rp. 5. 000,00 sampai Rp. 7.000,00 per satu kaleng kecil (250 ml/kaleng susu).
Kini banyak upaya yang dilakukan untuk mengembangkan budidaya cacing sutera di daratan. Dengan budidaya tersebut diharapkan mempermudah pengguna cacing sutera, setidaknya tidak perlu lagi menyelam ke dasar sungai yang pekat yang dalamnya mencapai 7 m bahkan lebih.
Pengembangan budidaya cacing sutera saat ini sudah banyak dilakukan. Teknik budidaya cacing sutera secara umum dapat dilakukan pada media lumpur yang dicampur dengan kotaran ayam dan bekatul. Bibit cacing sutera yang diperoleh dari alam ditanamkan ke dalam media tersebut setelah dikarantina terlebih dahulu untuk menghilangkan bakteri patogen yang dibawa dari habitat asalnya. Sebelum ditanami cacing sutera, media difermentasi terlebih dahulu dengan direndam air selama lebih kurang 3 hari. Selama proses budidaya, media dialiri air dengan debit sekitar 3 liter per detik. Panen cacing sutera dapat dilakukan seminggu sampai dua minggu setelah ditanam. Jika dibiarkan terlalu lama, maka jumlah cacing sutera akan berkurang kembali, karena secara alami terjadi persaingan antar-cacing itu sendiri.
Hasil produksi dari budidaya cacing sutera mencapai dua kali lebih banyak dibandingkan di habitat aslinya. Apabila budidaya dilakukan di pinggir sungai, maka produksi akan lebih banyak lagi. Dengan demikian budidaya cacing sutera yang sudah mulai diperkenalkan saat ini bisa meningkatkan penghasilan, mengingat permintaan cacing sutera masih cukup tinggi.
Apabila hasil budidaya cacing sutera kita mencapai 200 kaleng per minggu. Kalau harganya Rp. 5000,00 per kaleng, maka penghasilan kita bisa mencapai Rp. 1 juta per minggu. Jumlah penghasilan yang tidak bisa dikatakan kecil untuk ukuran masyarakat saat ini.

A. Cacing Sutera untuk Budidaya Ikan Hias
Cacing sutera di toko-toko tempat penjualan ikan hias kadang kala kosong, mungkin karena stok di pembudidaya belum ada. Anda jangan khawatir dan pasrah dengan keadaan, cobalah mandiri dan mulailah budidaya cacing sutera dari sekarang.
Budidaya cacing sutera sangat bermanfaat untuk ikan hias, salah satunya ikan cupang. Budidaya cacing sutera sangat mudah dan gampang, tidak repot dalam pemeliharaan, serta pakan cacing yang relatif murah bila anda beli. Budidaya cacing sutera adalah solusi untuk lebih irit biaya dan mudah mendapatkanya ketimbang anda beli yang belum tentu ada.
Dengan mengkonsumsi cacing sutera ini ditambah dengan suplemen makanan ikan menjadikan ikan cupang indah warnanya dan sehat. Manfaat cacing sutera untuk ikan cupang lumayan banyak diantaranya memperkokoh ekor dan membuat mental ikan cupang anda lebih berani. Maka dari itu cacing sutera selain bisa dikonsumsi juga sangat penting bila dijadikan makanan ikan cupang. Dan tak ada salahnya jika kita membuka budidaya cacing sutera karena tidak terlalu repot untuk pengelolaannya. Apa yang harus diperhatikan dapat kita simak pada wacana berikut ini.

B. Habitat (Tempat Hidup)
Cacing ini hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm.Seperti hewan air lain maka air memegang peranan penting buat kelangsungan hidup cacing ini. Parameter air yang optimal untuk Budidaya cacing sutra adalah:
• pH : 5,5 -8,0
• Suhu : 25 – 28 C
• DO(oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm


• Amoniak : <3,6
Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas.

Bahan organik yang baik untuk digunakan oleh cacing sutra adalah campuran antara kotoran ayam, dedak (bekatul) dan lumpur. Berikut teknik budidaya cacing sutra:

1. Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari alam
Catatan : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.
2. Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm.

 



3. Pemupukan
Lahan di pupuk dengan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2.
Cara pembuatan pupuknya :
 Siapkan kotoran ayam, jemur 6 jam.
 Siapkan bakteri EM4 untuk fermentasi kotoran ayam tersebut. Cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan.
 Aktifkan/Kembangkan dulu bakterinya.
Caranya ¼ sendok makan gula pasir
+ 4ml EM4 + dalam 300ml air terus
diamkan kurang lebih 2 jam.
 Campur cairan itu ke 10kg kotoran ayam yang dah di jemur tadi, aduk hingga rata.
 Selanjutnya masukkan ke wadah yang tertutup rapat selama 5 hari

Mengapa harus difermentasi?
Karena dengan fermetasi maka kandungan N-organik dan C-organik bakal naek sampai 2 kali lipat
4. Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.
5. Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter / detik
6. Tahapan Kerja Budidaya Cacing Sutra
Cacing sutra atau cacing rambut memang telah sejak lama dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan ikan. Harga jual yang relatif tinggi, membuat bisnis cacing sutra cukup banyak dilirik orang.
Namun sayangnya, tidak banyak orang yang memahami teknis pembudidayaan cacing sutra ini. Berikut tahapan kerja yang harus dilakukan dalam pembudidayaan cacing sutra:
 Lahan uji coba berupa kolam tanah berukuran 8 x 1,5 m dengan kedalaman 30 cm.
 Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit lumpur.
Apabila matahari cukup terik, jemur kolam minimum sehari. Bersamaan dengan itu, kolam dibersihkan dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra, seperti keong mas atau kijing.
 Pipa Air Keluar (Pipa Pengeluaran/Outlet) dicek kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik. Pipa Pengeluaran ini sebaiknya terbuat dari bahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjang sekitar 15 cm.
 Usai pengeringan dan penjemuran, usahakan kondisi dasar kolam bebas dari bebatuan dan benda-benda keras lainnya. Hendaknya konstruksi tanah dasar kolam relatif datar atau tidak bergelombang.
 Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm.
 Tanah dasar yang sudah ditambahi lumpur diratakan, sehingga benar-benar terlihat rata dan tidak terdapat lumpur yang keras.
 Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur
tersebut. Jika kondisinya benar-benar rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semua bagian.
 Masukkan kotoran ayam kering sebanyak tiga karung ukuran kemasan pakan ikan, kemudian sebar secara merata dan selanjutnya bisa diaduk-aduk dengan kaki.
 Setelah dianggap datar, genangi kolam tersebut hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuai panjang pipa pembuangan.
 Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
 Kolam yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama satu minggu agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak beraroma busuk lagi.
 Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan cara menyiramnya terlebih dahulu di dalam baskom agar gumpalannya buyar.
 Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan di kolam budi daya ke seluruh permukaan kolam secara merata.
 Seterusnya atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3 inci.

Selain hal tersebut diatas, ada beberapa hal yang penting untuk anda perhatikan dalam budidaya cacing sutera antara lain sebagai berikut:
 Wadah budidaya dapat berupa parit beton atau wadah yang dilapisi plastik, lebar 0,5 meter.
 Pakan cacing sutra bisa berupa campuran kotoran ayam segar 50% dan lumpur kolam 50%. Tinggi media 5 cm.
 Pemupukan ulang dilakukan dengan menambahkan kotoran ayam sebanyak 9% dari volume awal, dilakukan setiap minggu.
 Media dialiri air irigasi, dengan debit air 900 ml/menit.
 Benih cacing rambut ditebar sehari sesudah media kultur dialiri air, yaitu sebanyak 2 gram/ m2.


7. Makanan Cacing Sutra
Karena cacing sutra termasuk makhluk hidup, tentunya cacing sutra tersebut juga butuh makan. Makanannya adalah bahan organik yang bercampur dengan lumpur atau sedimen di dasar perairan. Cara makan cacing sutra adalah dengan cara menelan makanan bersama sedimennya dan karena cacing sutra mempunyai mekanisme yang dapat memisahkan sedimen dan makanan yang mereka butuhkan. Jadi kita juga harus menyediakan makanannya tersebut.
8. Panen
 Panen cacing sutera dilakukan setelah budidaya berlangsung beberapa minggu dan berturut-turut bisa dipanen setiap dua minggu sekali.
 Cara pemanenan cacing sutera dengan menggunakan serok halus/lembut. Cacing sutera yang didapat dan masih bercampur dengan media budidaya dimasukkan kedalam ember atau bak yang diisi air, kira –kira 1 cm diatas media budidaya agar cacing rambut naik ke permukaan media budidaya. Ember ditutup hingga bagian dalam menjadi gelap dan dibiarkan selama enam jam. Setelah enam jam, cacing rambut yang menggerombol diatas media diambil dengan tangan.
 Dengan cara ini didapat cacing sutera sebanyak 30 – 50 gram/m2 per dua minggu.
 Untuk mendapatkan cacing rambut yang cukup dan berkesinambungan, panjang parit perlu dirancang sesuai dengan keperluan setiap harinya.

Terbaru ada Sistem Budidaya Cacing Sutera (Tubifex sp) dengan wadah nampan/tray  
Silahkan Gabung di Grup Facebook nya klik aja link dbawah ini
https://www.facebook.com/groups/416865398418375/
Atau di judul lain di blog sini  http://www.mahmudsmadawangi.blogspot.com/2013/06/budidaya-cacing-sutra-tubifex-sp-dengan.html 

23 Februari 2012

TEKNIK BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR CARA CEPAT MEMPERSINGKAT WAKTU PANEN


 





Lobster air tawar biasanya hidup di danau, rawa atau sungai. Ar tawar, yang terletak di kawasan perairan papua nugini dan Australia. Umumnya tempat hidup (habitat) lobster air tawar memiliki ciri-ciri khusus, seperti sungai yang tepinya dangkal dan bagian dasarnya terdiri atas Lumpur, pasir dan bantuan.
Suhu untuk pertumbuhan lobster adalah 26 – 31  oC.
Dengan kandungan oksigen terlarut (DO) 3-5 ppm,
PH 6 – 8,5.
Cara yang sangat sederhana  untuk kolam yang akan diisi air hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama 1 hari 1 malam dengan tambahan suplay oksigen terlarut seperti pompa atau aerator yang juga berfungsi agar ph air menjadi naik atau stabil dikisaran 7 dan oksigen terlalut akan naik sampai 4-5 ppm dan untuk suhu tuntuk iklim seperti di Indonesia ini tidak terlalu berpengaruh nyata.



Pembenihan dan pembesaran lobster air tawar.

Pada prinsipnya pembenihan dan pembesaran adalah satu kesatuan yang dapat dibudidayakan karena tujuan akhir dari budidaya lobster air tawar adalah menciptakan lobster air tawar konsumsi. Karena lobster air tawar sangatlah mudah dan tidak harus memiliki keahlian khusus seperti budidaya udang lainnya atau ikan air tawar yang memiliki teknik sedemikian rumit dengan sistem kawin suntik dan pengawasan khusus, memang untuk lobster air tawar ini yang terpenting ada minat untuk mengerjakannnya saja dengan oksigen yang cukup didalam air dan pakan yang cukup tidak berlebihan maka lobster akan tumbuh sempurna dan bongsor. Tidak meyita waktu banyak apabila bapak mempunyai rutinitas aktifitas lain. Seperti bekerja, lobster air tawar dapat dikasih makan pada pagi dan sore hari untuk pembersihan kolam dan pensortiran paska panen dapat dilakukan pada waktu libur.


Apa yang dibutuhkan untuk segmen pembeihan dan pembesaran:

1. Pembenihan adalah menghasilkan bibit atau anakan lobster air tawar hingga ukuran 2 Inci.
Yang diperlukan adalah Induk Berkualitas yang tidak mudah terserang penyakit dan bukan dari hasil perwakinan sedarah (inbreeding) pasalnya perkawainan sedarah akan menghasilkan lobster berkelamin ganda atau intersex. Karena itu kita harus  menjaga sekali mendapatkan indukan dengan melakukan selective breeding artinya melakukan selective sekali untuk pertumbuhan lobster yang pertumbuhannya paling cepat diantara yang lain dalam satu generasi, kemudian dipisahkan antara kelamin jantan dan betina pada ukuran 2 inci agar pada saat menginjak dewasa lobter tersebut tidak kawin dalam usia dini.

Sarana Prasarana Pembenihan Budidaya Lobster Air Tawar

Yang dibutuhkan pada segmen pembenihan adalah induk lobter air tawar yang di paket dalam ukuran SET.
1 set (5 betina+4jantan) dengan kepadatan tempat pembesaran 50 cm x 50 cm dengan tinggi air mak 30 cm dengan atap tertutup atau bisa memberi atap sebuah paranet untuk tanaman angerek atau Terpal.
Untuk kolam perkawinan diusahakan untuk pemijahan dalam 1 set luas kolamnya  1m x 1 m. karena nantinya kalau kapasitas sedikit sedangkan kolam terlalu besar itu akan mengurangi lobster memilih pasangannya. Karane frekwensi mereka jarang bertemu.
Dan untuk medianya pembenihan tidak harus memiliki lahan yang terlalu luas perkawinan indukan cukup mengunakan aquarium atau kolam semen dan pembesaran anakan hingga ukuran 2 inci dapat dilakukan dikolam semen juga.

2. Pembesaran adalah menghasilkan lobter ukuran konsumsi, biasanya untuk lobster air tawar yang disajikan di restoran ukuran Per Kg isi 10-12 ekor (size 10 - 12).
Yang dibutuhakan yaitu bibit lobster air tawar ukuran 2 inci untuk pembesaran.
Proses Pembesaran ini harus memiliki lahan agak sedikit besar dan kami sarankan untuk pembesaran harus kolam tanah. Karena kolam tanah memiliki struktur tanah untuk lobster hidup seperti dihabitat aslinya.  Karena Bersasarkan hasil riset dalam membandingkan pembesaran di aquarium, kolam semen, bak fiber, kolam terpal, kolam karper, didapatkan hasil yang terbaik adalah kolamdengan ukuran maksimal 10 ekor per meter.
Dan ini harus dipisahkan antara jenis kelamin betina dan jantan agar ketika pembesaran lobster tidak kawin. Dan diusahakan untuk kelamin jantan saja yang dibesarkan karena memang jantan lebih cepat pembesaran dibanding betina.



Pembenihan dan pembesaran pada dasarnya menjadi satu kesatuan.

Awalnya hanya induk lobster air tawar yang dikawinkan dalam kolam semen
setelah 2 minggu kolam dikuras semua maka akan ada lobster yang sudah matang telur dipindahkan kedalam kolam atau aquarium untuk masa pengeraman.
1 bulan setelah itu lobster dipindahkan ke kolam semen untuk penetasan anakan lobster
setelah itu biarkan anakan lobster besar hingga ukuran 2 inci selama 2 bulan
setelah itu lobster disortir antara kelamin jantan dan betina siap untuk dibesarkan didalam kolam pembesaran yaitu kolam tanah.
Dengan masa pembesaran 6 bulan lobster dapat dipanen hingga ukuran 10 -12 ekor per Kg.
Untuk induk lobster ukuran 4 Inci dapat menghasilkan 200 ekor telur dengan tingkat kematian 15%. Semakin besar ukuran lobster dan semakin sering lobster dikawinkan maka lobster tersebut akan semakin banyak menghasilkan telur.

TEKNIK BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR PEMBENIHAN MAUPUN PEMBESARAN




Suplai oksigen terlalut itu sangat sekali dibutuhkan untuk kelangsungan hidup lobster.
Media persembunyian juga harus ada yang berfungs mengurangi tingkat bertemunya lobster dengan yang lain. Karena lobster memiliki sifat kanibalisme yang tinggi, karena itu bisa kita hindari dengan memberi paduan tempat persembunyian yang banyak seperti batu bata roster, genteng, pipa paralon, bambu dan lain sebagainya yang dapat disesuaikan dengan ukuran lobster, paranet anggrek atau karung.

PAKAN ALA ISLAMIC LOBSTER CENTER (ILC FARM)

Untuk anakan yang baru menetas dapat diberikan makan cacing sutra, cacing beku, kutu air beku, pellet yang halus dll.
Pada umumnya apapun jenis makanannya dapat dimakan oleh lobster air tawar kaerna di habitat asalnya pun apa saja yang ada diperairan akan dimakannya, karena lobster air tawar memang tidak susah seperti jenis udang-udang lainnya atau pun perikanan lainnya.

Riset dari ILC Farm untuk makanan yang mengandung protein segar jauh lebih cepat pertumbuhannya di banding sayur-sayuran atau pellet lobster.
Cacing termasuk jenis protein segar yang dapat ditemui dan tidak repot untuk mencarinnya dan dari segi harga pun tidak terlalu mahal untuk anakan lobster yang berukuran 5 inci.
Dengan jumlah telur kurang lebih 400 butir dapat  menghabiskan sekitar 2 liter cacing sutra dengan harga Rp 10.000- 15.000 per liter untuk makan perbulan. Dengan waktu 2 – 3 bulan dapat mengahasilkan bibit ukuran 2 inci keatas.


Untuk bibit lobster air tawar berukuran 2 inci untuk pembesaran lobster konsumsi bisa dilakukan dengan waktu pembesaran 5 – 6 bulan.
Pada prinsipnya kita harus tetap memilih protein segar sebagai menu utama dan pellet lobster atau sayuran sebagai menu selingan.
Protein segar pun sangat bervareasi mulai dari cacahan ikan sampai ampela usus ayam, jeroan dan keong mas.
Keong mas ternyata memiliki kandungan protein yang sangat lengkap dan gizi yang banyak dan mudah dicari atau dikembangbiakan.
Pembesaran dengan sistem ini bisa menekan biaya untuk pakan.
Ini terbukti sangat ampuh, karena budidaya apapun biaya paling besar yaitu penyediyaan pakan, kalau biaya pakan bisa ditekan maka dana investasi bisa digunakan untuk penunjang lainnya, dengan tanpa mengurangi rasa kelezatan lobster itu sendiri.
Yang sangat dibutuhkan dan perlu diperhatikan dalam  proses pembesaran  lobster agar bisa tumbuh sehat dan bongsor adalah tersedianya air yang cukup, oksigen terlarut yang cukup, sehingga bisa merubah zat-zat makanan yang terserap menjadi daging dan pakan yang berprotein segar. Dengan demikian diharapkan  lobster akan tumbuh cepat dan dapat mempersingkat waktu pemanenan.

Untuk Info Lebih Lanjut Seputar Budidaya Lobster Bisa mEnghubungi :
H Toto Ismawan SE di sukabumi 087721605668 atau 0266227510