21 November 2018

SERIAL NUMBER OFFICE 2010 Profesional

6QFDX-PYH2G-PPYFD-C7RJM-BBKQ8
BDD3G-XM7FB-BD2HM-YK63V-VQFDK
BGPMF-PF97D-XVBF2-XDF33-7CKWW
FJDHB-D2KBB-XJK2Y-FCWGH-63J23
FJDHB-D2KBB-XJK2Y-FCWGH-63J23
2PWHY-KT4X6-96PYW-XQR7V-HW2W9
VYBBJ-TRJPB-QFQRF-QFT4D-H3GVB
222WD-VGH47-8QGT3-VFDXD-MV26B
CVQCR-GPCRC-KRMWM-CBKDH-KQRRR
MB8VG-KB3VC-D236C-H82YB-KYRY6
YQYVG-FR8DB-29J6H-3KBF7-BX286
4FXW8-97KD9-QFKDJ-FV3QC-CY34B
DX4MW-PB7F4-YR4WT-BV3MM-4YV79
BTH8T-MTYCP-4GKX7-3QQQT-86CB6
PTGBH-XTT3P-RGDC6-VJDTC-TP6GY
D8BR2-DR2JY-2GK9D-D7KT4-XGJVQ
J6MP4-TT8CJ-4HHPR-8BMTP-Q9KXQ
VYRPJ-Y662G-GF3H8-862W4-8PCY9
6D739-9F4F2-BKKV8-YCHRF-PWR8B
4C9PX-DH3G9-D424D-FGGKF-PRWH3
YHDT7-WPQX9-BCYDM-6VJ9K-KRDMW
6TX3V-WRDJ6-JC34X-BDDPV-6F3PB
KGTM8-XGW8X-D3PWD-8HPHW-4JJ42
7PW33-G9BFY-MBXCW-PB9GP-WCBWG
76XCJ-YMH2W-YQQV6-XX76X-QK3K7
XJ2G2-TDQ49-3MW8D-F4FCT-KPTT6
BGCKH-CRYRT-49VQ7-YMCG3-BRBP7
W4D2C-3YK88-KMYP2-2QTXY-28CCY
9GVVR-X6VJT-WDDXD-YB4M2-RQ7CV
2K79J-DVFWG-MJT2Q-BX82R-T9PDV
YHDT7-WPQX9-BCYDM-6VJ9K-KRDMW
6TX3V-WRDJ6-JC34X-BDDPV-6F3PB
KGTM8-XGW8X-D3PWD-8HPHW-4JJ42
MRQV4-9Y8W3-KDDPH-K2PG4-MCH2Q
TTK27-44W3B-PVC8K-XJQW8-KJMVG
2VQRW-HFRGP-733PM-Y737F-K7BBB
H2VKD-G9CBT-D2JXH-JFTT6-C22WF
PYVW4-KHTM7-6WPTF-VVDHV-826D8
YDCTD-DKK23-4C3P9-CP8RB-9VVBV
CXQWG-BJWPX-VWWCJ-CJJGV-29G2T
TVFJ7-76TR7-HHCKT-QQFJR-8KTTD
6QFDX-PYH2G-PPYFD-C7RJM-BBKQ8
BDD3G-XM7FB-BD2HM-YK63V-VQFDK
VTM6G-YPQ9Q-BVYJQ-37RYH-R4X38
22HGX-728MX-BBWX9-7BB8X-J96B4

Serial number Microsoft Office Beta :


2PWHY-KT4X6-96PYW-XQR7V-HW2W9
YF79C-7Y4B4-PGM89-6BKGJ-46PBT
7XD2X-JWJ94-BCHBW-W9WXP-J2WPT

Serial number Microsoft Office Home & Student :


VYBBJ-TRJPB-QFQRF-QFT4D-H3GVB
2MHJR- V4MR2-V4W2Y-72MQ7-KC6XK

Berikut juga ada Beberapa Product Key :


Microsoft Visio Premium 2010: PQCFB-YGXGC-TXB66-DH3VW-GCGYQ
Microsoft Project Professional 2010: CQYRY-3KBR3-JW34C-VGH7M-MQM49


24 Juli 2018

Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan Mandiri

Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi.
(Penulis Buku Mengenal Budidaya Maggot Black Soldier Flies
Humas dan Pemasaran Sanggar Organik Temanggung/SOT)

Amin Cahyo Saputro
(Tim Ahli dan Narasumber Pembuatan Pakan Ikan Mandiri 
DI Lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Tengah)





Jika Anda membutuhkan Pelatihan Pembuatan Pakan Buatan Secara Mandiri (Pellet Apung) dan Maggot BSF
Bisa  Menghubungi Call Centre Sanggar Organik Temanggung (SOT)  di 085768545369 *(Telpon/WA/SMS)

Cover Buku BSF



              Salah satu program prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) demi pembangunan perikanan Indonesia yang berdaulat dan berkelanjutan adalah dengan Gerakan Pakan Mandiri (GERPARI). Dalam acara kerjasama antara KKP dan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) beberapa waktu lalu di Jakarta, disebutkan bahwa FAO siap mendukung program ini dengan suntikan dana Rp 3,25 miliar. Kepala Regional FAO Asia Pasifik Weimin Miao memuji langkah strategis pemerintah ini untuk memperbaiki rantai produksi perikanan. Indonesia, tambahnya, adalah negara pertama yang memperhatikan kemandirian pakan ikan yang dilaksanakan masyarakat.
              Mahalnya harga pakan ikan buatan pabrik disebabkan karena banyak menggunakan bahan baku impor, terutama tepung ikan dan minyak ikan. Melalui Gerpari para pelaku dan Pembudi daya ikan bisa menekan biaya pakan. Penggunaan pakan ikan yang efisien sangat penting karena pakan merupakan faktor produksi paling mahal dalam budi daya ikan. Saat ini harga pakan ikan di pasaran dengan kandungan protein 30 persen sudah mencapai Rp 12 ribu per kilogram, sedangkan jika membuat sendiri dengan kandungan protein yang sama hanya menghabiskan modal sekitar Rp4.500 per kilogram.  Bahkan, dengan pembuatan pakan ikan mandiri para pembudidaya ikan bisa membuat komposisi pakan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan baku di sekitar.
               Apabila dilihat dari tampilan fisik pakan hasil buatan kami, memang pakan yang dihasilkan masih kasar, tetapi kalau dari segi nutrisi tidak kalah dengan pakan pabrikan bahkan pakan pellet buatan kami juga sudah bisa mengapung. Memang masih diperlukan inovasi terus sehingga pakan yang dihasilkan bisa bersaing dengan pakan pabrikan. Setidaknua tidak mengganti pakan pabrikan akan tetapi menjadi pelengkap dalam melakukan pemberian pakan sehingga diharapkan bisa menghemat dan menekan biaya produksi dalam pembudidayaan ikan.

Karenanya, tunggu apalagi..silahkan hubungi no hp kami diatas untuk melakukan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri baik Pellet maupun Cacing SUtera dan Maggot BSF





Surat Pengangkatan Bpk AMin Cahyo Saputro Selaku Tim Ahli dan Narasumber Pembuatan Pakan Ikan Mandiri
DI Lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jawa Tengah





Pelatihan Pembuatan Pakan Mandiri Kerjasama SOT dengan
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) 14-15 Juli 2018




Uji Pakan Apung Hasil Praktek Pelatihan di Tambak Bandeng Desa Tambak Cemandi Sedati SIdoarjo Jawa Timur


07 Juni 2018

Serial Number Real ByteFence Anti-Malware pro Serial Key

ByteFence Anti-Malware pro Serial Key

Dibawah Ini Serial Number Real ByteFence Anti-Malware pro Serial Key

Sudah Saya Buktikan

Semoga Bermanfaat

4685-7919-0242-4579

03 Juni 2018

MENGENAL BLACK SOLDIER FLIES (BSF) PAKAN ALTERNATIF IKAN DAN TERNAK SANG “TENTARA HITAM” PENGOLAH LIMBAH



Oleh : Kis Dewantoro, S.Pi. dan Mahmud Efendi, S.Tr.Pi. (Penyuluh Perikanan Disnakan Temanggung BPPP Tegal)

 Jika anda membutuhkan Buku Dasar-dasar Budidaya BSF
Bisa Call/WA di 085768545369
Cover Buku BSF



Pendahuluan
Hampir disemua lini aktifitas kita sehari-hari banyak  menghasilkan limbah dan sampah.  Bahkan sampah dianggap menjadi suatu ancaman yang serius  bagi masyarakat bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, sampah dianggap akan mengurangi lahan produktif karena membutuhkan lahan yang tidak sedikit sebgai tempat pembuangan, penampungan dan pengolahannya. Karenanya dibutuhkan sebuah cara yang “out of the box” dalam penanganan dan pemanfaatan limbah rumah tangga yang dianggap kurang bermanfaat bagi masyarakat selama ini.

Mengenal Black Soldier Flies/BSF
Belakangan mulai banyak dikembangbiakan Hermetia illucens  atau ada yang menyebutnya lalat-lalat tentara hitam (Black Soldier Flies/BSF)  untuk mengurai sampah rumah tangga dan sampah sisa pengolahan industri lainnya. Lalat asli kawasan Amerika Utara itu diklaim sanggup mengurangi 80 persen sampah rumah tangga dan limbah pengolahan pabrik lainnya. Hermetia illucens merupakan jenis serangga keluarga lalat yang jauh beda dengan lalat sampah (Musca domestika) pada umumnya dengan sifat yang tak dimiliki lalat lain. Masa dewasanya kurang dari delapan hari, yang ditujukan mencari pasangan dan bertelur. Pada Tahap Dewasa yang rata-rata hidup selama 7-14 hari BSF ini tidak makan. Lalat BSF dewasa bersayap ini tidak mempunyai bagian mulut sehingga hal ini yang menjadi alasan utama mengapa lalat-lalat itu tak dikaitkan dengan penularan penyakit kepada manusia sehingga aman untuk dikembangkan disekitar pemukiman masyarakat. Bahkan, larva atau maggot Hermetia illucens dapat membunuh dan menekan populasi bakteri jahat, misalnya salmonella dan coli, serta mampu mengolah limbah organik sangat cepat.
Maggot BSF juga mengandung protein dan lemak tinggi sehingga baik digunakan sebagai pakan unggas atau ikan. Sisa kotoran maggot juga bisa dijadikan pupuk organic/kompos. Secara fisik, lalat hitam ini  mempunyai bentuk tubuh lebih panjang dan ramping dibandingkan lalat umumnya. Tubuhnya mengilap, geraknya lambat. Jika dikembangbiakkan dikandang khusus dan jumlahnya mendominasi maka lalat lain, seperti lalat hijau dan lalat sampah, akan menyingkir. BSF ini relatif mudah dikembangbiakkan tidak membutuhkan perlakuan khusus. Dalam siklus hidupnya, lalat ini bisa bermigrasi secara mandiri saat bermetamorfosis dari fase maggot/larva ke prepupa. Siklus hidupnya relatif singkat, sekitar 40 hari. Fase metamorfosis terdiri atas fase telur selama 3 – 4 hari, maggot 18-21 hari, prepupa 14 hari, pupa 3 hari, dan lalat dewasa 3 hari. Lalat BSF  dewasa betina setelah 2-3 hari pasca kawin akan bertelur dan setelah bertelur akan mati, sedangkan yang jantannya akan mati setelah kawin.

Kandang BSF


Black Soldier Flies/BSF Sang Pengolah Sampah
Dalam proses pengelolaan sampah dengan lalat tentara hitam/ BSF ini dapat menghasilkan prepupa dan pupa yang bisa dimanfaatkan untuk pakan ikan, ternak bahkan burubg kicauan. Selain itu cara pengolahan sampah ini dapat menghasilkan sisa penguraian yang bisa dijadikan sebagai pupuk organic/kompos. Pasukan pengurai  hitam ini mampu mengurai sampah dengan cepat. Setiap ekornya rata-rata menghasilkan 500 maggot dalam satu siklus hidupnya. Apabila ada 20 ekor, nantinya akan ada 10.000 maggot. Dalam satu hari, 10.000 maggot mampu mengurai 1 kilogram sampah dan limbah rumah tangga (sisa makanan) dan menyisakan 200 gram sampah terurai yang biasa disebut dengan bekas maggot (kasgot). Kasgot dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk organic untuk tanaman pertanian. Sementara itu maggot yang baru saja menyelesaikan tugas mengurai sampah, dalam tiga hari akan bermetamorfosis menjadi prepupa (fase puasa). Prepupa memiliki kandungan protein hingga 45 persen, lemak 35 persen. Dengan kandungan protein tinggi, prepupa dapat dimanfaatkan sebagai pakan unggas dan ikan. Guna menjaga populasi dan siklus BSF ini, maka sebaiknya jangan memanen prepupa sebagai pakan secara keseluruhan. Kita harus  menyisakan 1-3 persen prepupa agar melanjutkan siklus hidupnya menjadi pupa dan lalat dewasa. Sehingga proses perkembangbiakannya bisa terus berlanjut dan bisa mengolah limbah yang sekaligus menjadi pakan bagi Maggot BSF ini.
Tak hanya mengurai sampah dan sumber protein bagi Ikan dan ternak, biokonversi sampah menggunakan lalat hitam itu juga mampu menyuburkan tanah. Perusahaan gula PT Gunung Madu Plantations membuktikannya. Di perusahaan gula itu, pasukan lalat hitam mengurai sisa endapan hasil pengolahan tebu (blotong) hingga 10 persen. Apabila maggot mengurai 10 kilogram blotong, maka dihasilkan 9 kg pupuk organik dari blotong. Dalam satu tahun, PT Gunung Madu Plantations mendapat 80.000 ton blotong dari sisa produksi gula. Mereka juga akan dapat 72.000 ton pupuk organik. Pupuk Organik hasil penguraian maggot BSF ini ternyata berdampak positif bagi perkebunan Tebu disana. Lapisan olah yang semula memiliki ketebalan 10 cm kini bertambah jadi 14 cm. Kadar nitrogen dalam tanah juga meningkat 37,6 persen dari semula 0,9 kini menjadi 1,2. Karenanya biokonversi sampah dengan pemanfaatan Maggot BSF ini diharapkan bisa segera di aplikasikan baik di permukiman warga maupun perusahaan perkebunan. Karena berdasarkan data PadaTahun 2011 saja sampah masyarakat Indonesia 80.000 ton per hari (Kompas, 15/11/2013). Jumlah itu meningkat tahun 2014, mencapai 200.000 ton per hari. Pada 2025, dengan prediksi jumlah penduduk 270 juta jiwa, diperkirakan akan ada 270.000 ton sampah per harinya. Asumsinya, per orang menghasilkan 0,5 kg-1,5 kg sampah per hari (Kompas, 7/3). Di tengah berbagai upaya memerangi sampah yang mulai menjadi momok bagi masyarakat maka pengembangan pasukan khusus lalat hitam ini  sudah selayaknya lah segera dikembangkan. Sehingga sesuatu yang menjadi momok bisa menjadi enak karena malah bisa menjadi pundi penghasilan alternative untuk pakan ikan dan ternak serta dapat menghasilkan pupuk organic yang bermanfaat untuk pertanian.
Didaerah Temanggung Black Soldier Flies/BSF mulai dikembangkan  skala kecilnya daerah Wadas Kandangan. Maggot BSF ini dimanfaatkan untuk pakan ikan dan bebek oleh Mas Kis Dewantoro dengan memanfaatkan limbah  buah dan sayur mayur. Didaerah Pahingan Temanggung pun juga sudah mulai dikembangkan untuk pakan ikan.
Biopond BSF


Memulai Usaha Black Soldier Flies/BSF
Untuk memulai Usaha Budidaya Maggot BSF dimulai dengan tahapan persiapan lahan/kandang budidaya dengan minimal 2 kandang Penghasil Telur dari Insect Net dan Kandang Komposter. Proses budidayanya bisa dimulai dengan mendapatkan Induk BSF dari Alam dengan menggunakan sarang buatan. Berikutnya Telor BSF yang didapat dari Alam kemudian di masukkan ke kandang penghasil telur. Setelah telor berkembang menjadi larva, prepupa dan pupa bisa dipindahkan ke kandang komposter dengan cara pemeliharaan dan perawatan yang sangat mudah. Dikandang Komposter ini tinggal dikasih limbah/sampah yang akan diolah menjadi kompos. Secara Otomatis larva maggot BSF akan mengolah limbah dan setelah 3 mingguan Prepupa dan Pupa akan mencari tempat kering (biopond) yang kita buat agar bisa berkumpul ditempat kering untuk mempermudah panen. Cara memanen Maggot BSF pun sangat mudah tinggal memanen prepupa/pupa nya kemudian dikumpulkan diwadah. Tehnik pemanfaatannya untuk pakan ikan dan ternak sangat sederhana tinggal diberikan begitu saja Ke Ikan/Ternak yang kita pelihara.
Maggot Siap Mantap

Karenanya proses pemeliharaan Maggot BSF ini bsa dikembangkan dilahan sempit dengan modal sedikit.  Sehingga diharapkan limbah rumah tangga yang kurang bermanfaat dan cenderung tidak ramah lingkungan justru menjadi sumber penghasilan alternatif. Selain itu juga akan banya membantu para pembudidaya  ikan dan peternak unggas  tidak tergantung lagi pada pakan pabrikan karena Maggot BSF ini bisa menjadi alternative pakan.  Sehingga diharapkan para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dan peternakan  kesejahteraannya akan meningkat.  Bahkan Kasgor (Bekas maggot) nya pun bisa menjadi pupuk organic bagi dunia pertanian. Karenanya  pemanfaatan pupuk anorganik/kimia juga bisa dikurangi kalau tidak mungkin kita tiadakan. Sehingga ajakan Go Organik tidak hanya menjadi wacana akan tetapi teraplikasi didunia nyata. Semoga.




15 Oktober 2017

Pembenihan Gurame Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-anjang dan Sosog, Hemat Tempat dan Air dengan Produktifitas Tinggi

Oleh : Marbowo Leksono, S.Pi. dan Mahmud Efendi, S.Tr.Pi.




Cover Buku
Pembenihan Gurame Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-anjang dan Sosog, Hemat Tempat dan Air dengan Produktifitas Tinggi




Pemijahan gurame dengan menggunakan kolam terpal barangkali merupakan suatu hal yang baru. Kebanyakan orang menyangka bahwa memijahkan gurame hanya bisa dilakukan di kolam tanah dengan air yang mengalir. Inovasi pemijahan gurame di kolam terpal merupakan sebuah kearifan lokal yang dilatarbelakangi kondisi lingkungan dan air yang tidak memungkinkan untuk memijahkan gurame dengan sistem konvensional.
Dahulu, sebuah unit pemijahan gurame identik dengan lahan yang luas dan air yang mengalir serta tersedia sepanjang tahun. Dengan ditemukannya metode pemijahan gurame menggunakan kolam terpal dengan air yang dangkal, orang tidak akan lagi berasumsi bahwa membangun sebuah unit pemijahan gurame harus memiliki lahan luas dan ketersediaan air yang melimpah.
Pemijahan gurame dengan metode kolam terpal air dangkal dapat dilakukan di pekarangan rumah, tanah yang kurang produktif dan berkontur tidak rata, maupun daerah perkotaan dengan lahan yang sempit. Kebutuhan air juga sangat sedikit karena tidak membutuhkan air yang mengalir. Pemijahan gurame dengan metode kolam terpal air dangkal merupakan sebuah alternatif bagi pegiat budidaya, khususnya disegmen pemijahan dan pembenihan gurame yang hanya memiliki lahan sempit, air yang terbatas serta modal yang kecil.
Terikait hasil produksi, kita sudah tidak perlu lagi menyangsikan kemana dan bagaimana menjual hasil produksi berupa telur maupun larva gurame. Gurame sebagai salah satu ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi sangat diminati dipasaran. Hingga saat ini, telur dan bibit gurame merupakan barang langka ang selalu menjadi rebutan. Sebagai contoh di eks Karesidenan Banyumas, yang merupakan salah satu penghasil telur gurame terbesar di Indonesia tidak pernah sanggup untuk mencukupi permintaan telur gurame yang datang dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia.
Dengan demikian, bisnis pemijahan gurame merupakan usaha yang sangat layak dan dapat diandalkan untuk dijadikan sebagai alternatif tambahan penghasilan. Apalagi dengan ditemukannya metode pemijahan gurame dengan kolam terpal yang dangkal, sehingga semua orang bisa mencoba tanpa harus takut mengeluarkan biaya investasi yang besar.
Buku ini mengulas secara detail bagaimana cara pemijahan gurame dengan metode kolam terpal air dangkal, mulai dari kebutuhan lahan, cara pembuatan kolam terpal untuk pemijahan, seleksi induk hingga pada pemanenan telur dan penanganan larva. Disertai pula cara-cara praktis penangggulangan hama dan penyakit ika yang mungkin saja menyerang induk maupun larva gurame yang sedang kita pelihara.
Akhirnya, penulis mengharap masukan dari segenap pembaca guna kesempurnaan buku ini dimasa yang akan datang. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami juga berterimakasih kepada pak Soimun selaku salah satu pemijah gurame yang telah berbagi pengalaman dalam memijahkan gurame di kolam terpal, tak lupa juga kepada penerbit yang telah berkenan menerbitkan buku ini.

Bojongsari Purbalingga,  Mei 2017

17 Maret 2017

BUKU IKAN KOI



Ditulis Oleh :  Untung Mina Papilon (Ketua POKDAKAN "Mina Papilon"
Dan Mahmud Efendi, S.Tr.Pi. (Penyuluh Perikanan Temanggung/Penyuluh Mina Papilon)



Untuk mendapatkan Bukunya
Bisa dibeli secara online di toko buku online
bukukita.com


Jika Anda dan Kelompok ataupun Instansi 
bermaksud mengadakan Pelatihan dan Magang BudidayaIkan Koi
Bisa Menghubungi : WA/Telp/SMS : 085768545369


Ikan Koi (Cyprinus carpio) yang termasuk dalam jenis ikan carper terbilang cukup banyak jenisnya tergantung dari  corak warna pada tubuhnya.  Ikan hias ini sudah puluhan tahun secara turun – temurun dibudidayakan oleh orang Jepang. Bahkan salah satu jenis ikan hias ini, yakni Tancho Kohaku, mirip dengan bendera dan lambang negara  bangsa Jepang dan diangkat sebagai ikan nasional Jepang. Warnanya yang indah dan beraneka ragam, mendorong orang Jepang untuk menghasilkan berbagai jenis koi yang akhirnya digemari oleh orang di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Belakangan Masyarakat Indonesia  sudah tidak asing lagi dengan keberadaan ikan hias koi. Dengan keindahan bentuk tubuhnya yang bulat memanjang seperti torpedo dan disertai dengan berbagai warna yang menempel pada sisiknya menjadikan ikan satu ini sebagai Rajanya Ikan Hias.

Ikan koi di Indonesia merupakan ikan hias favorit dan banyak digemari oleh masyarakat luas, karena warna tubuhnya yang mempesona dan harganya yang relatif mahal. Ikan hias dengan warna eksotik ini sampai sekarang masih menjadi salah satu komoditas perdagangan yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Kehadiran Ikan hias ini di tengah keluarga bisa membawa “aura lain” disaat penat melanda bahkan ada yang menghubungkannya sebagai sarana untuk mendapatkan “hokky”. Jikalau ikan koi dipelihara dalam skala kecil layaknya ikan hias lainnya, bisa dijadikan sarana relaksasi dan untuk menyalurkan hobi seseorang dengan mengamati keindahan warna tubuh serta lenggak – lenggok badannya yang menawan. Bahkan apabila ikan hias ini dipelihara dalam skala besar dapat digunakan sebagai bisnis alternatif  sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Potensi pengembangan bisnis komoditas ikan hias ini semakin lama semakin meningkat. Setiap tahunnya  nilai perdagangan ikan hias eksotis ini semakin menjanjikan untuk dikembangkan. Bisnis ikan hias ini merupakan salah satu andalan ekspor non migas yang mulai berkembang pesat seiring dengan permintaan pasar internasional yang semakin tinggi. Perkembangan produksinya dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Geliat bisnis ikan koi ini terlihat dari tren produksi ikan koi yang terus meningkat pada setiap  tahunnya.  Beberapa provinsi yang merupakan sentra budidaya ikan koi terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta dan belakangan yang mulai menggeliat adalah di Jawa Tengah.

Data statistic di Bogor pada tahun 2014 menyebutkan bahwa produksi terbesar Ikan Koi berasal dari Kec. Ciampea sebesar 5.225,11 RE (Pen. Ribu Ekor), menyusul Kec. Pamijahan sebesar 5.146,81 RE dan posisi ketiga adalah Kec. Parung sebesar 3.625,00 RE (http://www.bbp2hpjakarta.kkp.go.id/artikel/Aktivitas-Distribusi-dan-Pemasaran-Ikan-Koi-di-Kabupaten-Bogor). Sedangkan Data produksi ikan hias nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berdasarkan Statistik Ikan Hias Indonesia 2016, menyebutkan bahwa pada  tahun 2015 produksi ikan koi mencapai 392.372,34 ribu ekor. (http://suhana.web.id/2017/01/25/ekonomi-ikan-hias-indonesia-2-produksi-ikan-hias-nasional/). Semua ini menunjukkan bahwa bisnis Ikan Koi  mulai merangkak naik dan sangat layak untuk dikembangkan dan dijadikan peluang usaha alterntif yang menjanjikan.

Jalur pemasaran ikan koi selama ini sangat beragam antara lain dengan cara pembelian langsung ke kolam pembudidaya, kolam penampungan, pasar, toko eceran ikan hias, pedagang ikan hias keliling dan transaksi atau jual beli antar sesama hobbies ikan koi. Bahkan belakangan juga mulai berkembang cara penjualan secara online model lelang dengan memanfaatkan sosial media. Sasaran pasarnya pun juga sangat variatif tergantung  daya beli masyarakat serta kwalitas koi yang dihasilkan. Ikan koi dengan kualitas grade A, high grade dan kontes, pada umumnya diminati oleh hobbies dengan budget yang tinggi karena ikan koi grade A, high grade dan kontes mempunyai harga penjualan yang tinggi. Terhadap sasaran pasar hobbies ini, umumnya mereka datang ke lokasi farm pembudidaya dan memilih secara langsung ikan koi mana yang akan dibeli. Hobbies dengan kelas kontes, sudah mempunyai kriteria sendiri dalam memilih ikan koi dan melakukan tawar menawar secara langsung sesuai kualitas yang diminati. Sedangkan untuk Ikan koi dengan kualitas grade B dan grade C pada umumnya diminati oleh penghobi dengan budget yang tidak terlalu tinggi. Terhadap sasaran pasar ini aktivitas yang biasa dilakukan adalah para penghobi membeli ke padagang grosir untuk pembelian dalam jumlah banyak dan ke pedagang eceran untuk pembelian per ekor.

Sistem pemasaran Ikan Koi ada beberapa jenis yang secara umum dilakukan oleh pedagang ikan koi, yaitu ikan koi dijual per ekor dan dijual per paket. Untuk ikan koi yang dijual per ekor, seperti sistem pemasaran pada umumnya, yaitu pembeli memilih ikan koi sesuai grade dan kualitas, kemudian membayar sesuai jumlah ikan yang dibeli. Berbeda dengan penjualan sistem paket dimana pembeli harus membeli 1 paket ikan yang biasanya terdiri dari  lima ekor ikan dengan kualitas yang bervariasi. Bahkan ada juga dengan sistem penjualan “borongan” dengan cara pembeli datang langsung ke pembudidaya  dan membeli langsung seluruh anakan koi dalam satu kolam budidaya atau pendederan tanpa melakukan grading/sortasi terlebih dahulu. Sistem pemasaran yang berbeda ini merupakan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen.

Pada pembudidayaannya usaha pembenihan koi memegang peranan penting  dalam penyediaan benih yang akan dibesarkan hingga proses pewarnaan mencapai kesempurnaan. Karena Kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik. Karenanya diperlukan tahapan budidaya yang harus sesuai Standar Prosedur Operasional yang benar agar bisa menghasilkan Kwalitas Koi yang Super dan layak jual serta berpotensi untuk memenangkan kontes.
Salah satu yang sangat berperan dalam keberhasilan budidaya termasuk sektor pembenihan ikan koi diantaranya adalah konstruksi kolam yang tepat. Dalam memelihara koi, kolam adalah bagian penting. Oleh sebab itu dalam membangun kolam usahakan agar kolam yang kita buat sesuai dengan habitat koi dan  dengan sistem filterisasi yang benar. Karena sebenarnya memelihara koi sama saja dengan memelihara air.  Karenanya perlu langkah-langkah pembuatan kolam secara benar.
Induk Koi Impor Papilon

Buku Ikan Koi yang sedang anda baca ini akan mengenalkan kepada anda apa itu ikan koi. Dijelaskan juga mengenai cara membudidayakannya dilahan sempit yang disertai tahapan dan langkah dalam membuat Konstruksi Kolam lengkap dengan filtrasinya. Disajikan pula  tahapan budidaya mulai persiapan lahan, pemilihan induk, pemijahan, pendederan, pemberian pakan, pemanenan, grading sampai dengan pengiriman ikan koi sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah disesuaikan dengan SNI. Dijelaskan juga teknis karantina beserta Cara Penanggulangan Hama dan Penyakit yang biasa menyerang ikan koi.  Pada bagian akhir buku ini juga dijelaskan tips dan trik dalam memelihara ikan koi yang disertai pernak perniknya dan tak lupa juga dilengkapi dengan analisis usaha. Kami berharap, semoga pengalaman yang kami rangkum dalam buku ini dapat bermanfaat bagi dunia perikanan, khususnya Pembudidayaan Ikan Koi. Sehingga diharapkan usaha ini bisa menjadi usaha alternatif untuk menambah penghasilan bagi para pembudidaya ikan agar lebih sejahtera. Salam Sukses Dunia Akherat bagi Kita semua…..