16 Februari 2011

PRODUKSI IKAN MAS TAHUN INI BISA MENCAPAI 380.000 TON




PASAR IKAN MAS

JAKARTA.Tahun ini,produk si ikan mas bakal tumbuh lumayan tinggi.Kementerian Kelautan dan Perikanan(KKP)menargetkan,produksi ikan mas tahun ini mencapai 380.000 ton.Target ini naik dibanding target awal sebesar 280.400 ton.

''Kami merevisi target tahun ini karena melihat realisasi produksi tahun lalu yang tumbuh melampaui target,"kata Ketut Sugama,Pelaksana Tugas(PLT)Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP.

Data KKP menunjukkan,produksi ikan mas di 2010 mencapai 374.112 ton.Jumlah ini melampaui target awal sebanayak 267.100 ton.KKP optimistis produksi tahun ini bakal lebih tinggi menyusul ditemukannya vaksin untuk menangani koi herpes virus (KHV)yang menyerang ikan mas.

Virus yang sangat mematikan ini sudah tersebar luas di Eropa,Jepang,China dan Inonesia.

Di Indonesia,KHV mulai masuk sekitar tahun 2002 melalui perdagangan ikan antar-negara.Berdasarkan data KKP,di akhir 2004,virus ini telah menyebabkan kematian 9 juta ekor ikan mas di Indonesia.

Untungnya pertengahan Agustus 2010 lalu,peneliti Institut Pertanian Bogor(IPB)berhasil menemukan vaksin rekombinan untuk mengatasi virus tersebut."Sekarang kami tidak khawatir lagi dengan virus KHV karena sudah ada vaksin mengatasinya,"ujar Ketut.

Untuk menggenjot produksi KKP berjanji membantu pengadaan benih ikan mas unggul,seperti jenis rajadano,sinyonya dan majalaya.Benih-benih itu bakal disebar ke seluruh sentral budi daya iakn mas terutama di Jawa Barat,Bengkulu dan Manado.

Pembudidaya di daerah tersebut kerap kesulitan mendapatkan benih unggul."Untuk itu,kami bantu pengadaan benihnya agar produksi dapat terus di genjot,"jelas Ketut.

Selama ini,produksi ikan mas ini habis diserap pasar lokal.Saut Hutagalung,Direktur Pemasaran Luar Negeri KKP,Mengatakan,konsumsi ikan mas tertinggi ada di JAWA BARAT."Terutama restoran-restoran yang banyak menyerap,"ujar Saut.

Tomas Darmawan,Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produksi Perikanan Indonesia(AP51)mengatakan,penyerapan ikan mas oleh industri pengelohan masih sedikit.Pengusaha belum memiliki teknologi yang memadai untuk mengolah ikan mas.

Selain itu,Permintaan produk olahan ikan mas juga kurang bagus,"Masyarakat lebih suka membeli dalam keadaan masih segar,"ujarnya.

SUMBER:KONTAN 10 FEBRUARI 2011 HAL 15