15 Oktober 2017

Pembenihan Gurame Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-anjang dan Sosog, Hemat Tempat dan Air dengan Produktifitas Tinggi

Oleh : Marbowo Leksono, S.Pi. dan Mahmud Efendi, S.Tr.Pi.




Cover Buku
Pembenihan Gurame Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-anjang dan Sosog, Hemat Tempat dan Air dengan Produktifitas Tinggi




Pemijahan gurame dengan menggunakan kolam terpal barangkali merupakan suatu hal yang baru. Kebanyakan orang menyangka bahwa memijahkan gurame hanya bisa dilakukan di kolam tanah dengan air yang mengalir. Inovasi pemijahan gurame di kolam terpal merupakan sebuah kearifan lokal yang dilatarbelakangi kondisi lingkungan dan air yang tidak memungkinkan untuk memijahkan gurame dengan sistem konvensional.
Dahulu, sebuah unit pemijahan gurame identik dengan lahan yang luas dan air yang mengalir serta tersedia sepanjang tahun. Dengan ditemukannya metode pemijahan gurame menggunakan kolam terpal dengan air yang dangkal, orang tidak akan lagi berasumsi bahwa membangun sebuah unit pemijahan gurame harus memiliki lahan luas dan ketersediaan air yang melimpah.
Pemijahan gurame dengan metode kolam terpal air dangkal dapat dilakukan di pekarangan rumah, tanah yang kurang produktif dan berkontur tidak rata, maupun daerah perkotaan dengan lahan yang sempit. Kebutuhan air juga sangat sedikit karena tidak membutuhkan air yang mengalir. Pemijahan gurame dengan metode kolam terpal air dangkal merupakan sebuah alternatif bagi pegiat budidaya, khususnya disegmen pemijahan dan pembenihan gurame yang hanya memiliki lahan sempit, air yang terbatas serta modal yang kecil.
Terikait hasil produksi, kita sudah tidak perlu lagi menyangsikan kemana dan bagaimana menjual hasil produksi berupa telur maupun larva gurame. Gurame sebagai salah satu ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi sangat diminati dipasaran. Hingga saat ini, telur dan bibit gurame merupakan barang langka ang selalu menjadi rebutan. Sebagai contoh di eks Karesidenan Banyumas, yang merupakan salah satu penghasil telur gurame terbesar di Indonesia tidak pernah sanggup untuk mencukupi permintaan telur gurame yang datang dari berbagai daerah dari seluruh Indonesia.
Dengan demikian, bisnis pemijahan gurame merupakan usaha yang sangat layak dan dapat diandalkan untuk dijadikan sebagai alternatif tambahan penghasilan. Apalagi dengan ditemukannya metode pemijahan gurame dengan kolam terpal yang dangkal, sehingga semua orang bisa mencoba tanpa harus takut mengeluarkan biaya investasi yang besar.
Buku ini mengulas secara detail bagaimana cara pemijahan gurame dengan metode kolam terpal air dangkal, mulai dari kebutuhan lahan, cara pembuatan kolam terpal untuk pemijahan, seleksi induk hingga pada pemanenan telur dan penanganan larva. Disertai pula cara-cara praktis penangggulangan hama dan penyakit ika yang mungkin saja menyerang induk maupun larva gurame yang sedang kita pelihara.
Akhirnya, penulis mengharap masukan dari segenap pembaca guna kesempurnaan buku ini dimasa yang akan datang. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami juga berterimakasih kepada pak Soimun selaku salah satu pemijah gurame yang telah berbagi pengalaman dalam memijahkan gurame di kolam terpal, tak lupa juga kepada penerbit yang telah berkenan menerbitkan buku ini.

Bojongsari Purbalingga,  Mei 2017

17 Maret 2017

BUKU IKAN KOI



Ditulis Oleh :  Untung Mina Papilon (Ketua POKDAKAN "Mina Papilon"
Dan Mahmud Efendi, S.Tr.Pi. (Penyuluh Perikanan Temanggung/Penyuluh Mina Papilon)



Untuk mendapatkan Bukunya
Bisa dibeli secara online di toko buku online
bukukita.com


Jika Anda dan Kelompok ataupun Instansi 
bermaksud mengadakan Pelatihan dan Magang BudidayaIkan Koi
Bisa Menghubungi : WA/Telp/SMS : 085768545369


Ikan Koi (Cyprinus carpio) yang termasuk dalam jenis ikan carper terbilang cukup banyak jenisnya tergantung dari  corak warna pada tubuhnya.  Ikan hias ini sudah puluhan tahun secara turun – temurun dibudidayakan oleh orang Jepang. Bahkan salah satu jenis ikan hias ini, yakni Tancho Kohaku, mirip dengan bendera dan lambang negara  bangsa Jepang dan diangkat sebagai ikan nasional Jepang. Warnanya yang indah dan beraneka ragam, mendorong orang Jepang untuk menghasilkan berbagai jenis koi yang akhirnya digemari oleh orang di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Belakangan Masyarakat Indonesia  sudah tidak asing lagi dengan keberadaan ikan hias koi. Dengan keindahan bentuk tubuhnya yang bulat memanjang seperti torpedo dan disertai dengan berbagai warna yang menempel pada sisiknya menjadikan ikan satu ini sebagai Rajanya Ikan Hias.

Ikan koi di Indonesia merupakan ikan hias favorit dan banyak digemari oleh masyarakat luas, karena warna tubuhnya yang mempesona dan harganya yang relatif mahal. Ikan hias dengan warna eksotik ini sampai sekarang masih menjadi salah satu komoditas perdagangan yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Kehadiran Ikan hias ini di tengah keluarga bisa membawa “aura lain” disaat penat melanda bahkan ada yang menghubungkannya sebagai sarana untuk mendapatkan “hokky”. Jikalau ikan koi dipelihara dalam skala kecil layaknya ikan hias lainnya, bisa dijadikan sarana relaksasi dan untuk menyalurkan hobi seseorang dengan mengamati keindahan warna tubuh serta lenggak – lenggok badannya yang menawan. Bahkan apabila ikan hias ini dipelihara dalam skala besar dapat digunakan sebagai bisnis alternatif  sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Potensi pengembangan bisnis komoditas ikan hias ini semakin lama semakin meningkat. Setiap tahunnya  nilai perdagangan ikan hias eksotis ini semakin menjanjikan untuk dikembangkan. Bisnis ikan hias ini merupakan salah satu andalan ekspor non migas yang mulai berkembang pesat seiring dengan permintaan pasar internasional yang semakin tinggi. Perkembangan produksinya dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan. Geliat bisnis ikan koi ini terlihat dari tren produksi ikan koi yang terus meningkat pada setiap  tahunnya.  Beberapa provinsi yang merupakan sentra budidaya ikan koi terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, DI Yogyakarta dan belakangan yang mulai menggeliat adalah di Jawa Tengah.

Data statistic di Bogor pada tahun 2014 menyebutkan bahwa produksi terbesar Ikan Koi berasal dari Kec. Ciampea sebesar 5.225,11 RE (Pen. Ribu Ekor), menyusul Kec. Pamijahan sebesar 5.146,81 RE dan posisi ketiga adalah Kec. Parung sebesar 3.625,00 RE (http://www.bbp2hpjakarta.kkp.go.id/artikel/Aktivitas-Distribusi-dan-Pemasaran-Ikan-Koi-di-Kabupaten-Bogor). Sedangkan Data produksi ikan hias nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berdasarkan Statistik Ikan Hias Indonesia 2016, menyebutkan bahwa pada  tahun 2015 produksi ikan koi mencapai 392.372,34 ribu ekor. (http://suhana.web.id/2017/01/25/ekonomi-ikan-hias-indonesia-2-produksi-ikan-hias-nasional/). Semua ini menunjukkan bahwa bisnis Ikan Koi  mulai merangkak naik dan sangat layak untuk dikembangkan dan dijadikan peluang usaha alterntif yang menjanjikan.

Jalur pemasaran ikan koi selama ini sangat beragam antara lain dengan cara pembelian langsung ke kolam pembudidaya, kolam penampungan, pasar, toko eceran ikan hias, pedagang ikan hias keliling dan transaksi atau jual beli antar sesama hobbies ikan koi. Bahkan belakangan juga mulai berkembang cara penjualan secara online model lelang dengan memanfaatkan sosial media. Sasaran pasarnya pun juga sangat variatif tergantung  daya beli masyarakat serta kwalitas koi yang dihasilkan. Ikan koi dengan kualitas grade A, high grade dan kontes, pada umumnya diminati oleh hobbies dengan budget yang tinggi karena ikan koi grade A, high grade dan kontes mempunyai harga penjualan yang tinggi. Terhadap sasaran pasar hobbies ini, umumnya mereka datang ke lokasi farm pembudidaya dan memilih secara langsung ikan koi mana yang akan dibeli. Hobbies dengan kelas kontes, sudah mempunyai kriteria sendiri dalam memilih ikan koi dan melakukan tawar menawar secara langsung sesuai kualitas yang diminati. Sedangkan untuk Ikan koi dengan kualitas grade B dan grade C pada umumnya diminati oleh penghobi dengan budget yang tidak terlalu tinggi. Terhadap sasaran pasar ini aktivitas yang biasa dilakukan adalah para penghobi membeli ke padagang grosir untuk pembelian dalam jumlah banyak dan ke pedagang eceran untuk pembelian per ekor.

Sistem pemasaran Ikan Koi ada beberapa jenis yang secara umum dilakukan oleh pedagang ikan koi, yaitu ikan koi dijual per ekor dan dijual per paket. Untuk ikan koi yang dijual per ekor, seperti sistem pemasaran pada umumnya, yaitu pembeli memilih ikan koi sesuai grade dan kualitas, kemudian membayar sesuai jumlah ikan yang dibeli. Berbeda dengan penjualan sistem paket dimana pembeli harus membeli 1 paket ikan yang biasanya terdiri dari  lima ekor ikan dengan kualitas yang bervariasi. Bahkan ada juga dengan sistem penjualan “borongan” dengan cara pembeli datang langsung ke pembudidaya  dan membeli langsung seluruh anakan koi dalam satu kolam budidaya atau pendederan tanpa melakukan grading/sortasi terlebih dahulu. Sistem pemasaran yang berbeda ini merupakan strategi pemasaran untuk menarik minat konsumen.

Pada pembudidayaannya usaha pembenihan koi memegang peranan penting  dalam penyediaan benih yang akan dibesarkan hingga proses pewarnaan mencapai kesempurnaan. Karena Kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik. Karenanya diperlukan tahapan budidaya yang harus sesuai Standar Prosedur Operasional yang benar agar bisa menghasilkan Kwalitas Koi yang Super dan layak jual serta berpotensi untuk memenangkan kontes.
Salah satu yang sangat berperan dalam keberhasilan budidaya termasuk sektor pembenihan ikan koi diantaranya adalah konstruksi kolam yang tepat. Dalam memelihara koi, kolam adalah bagian penting. Oleh sebab itu dalam membangun kolam usahakan agar kolam yang kita buat sesuai dengan habitat koi dan  dengan sistem filterisasi yang benar. Karena sebenarnya memelihara koi sama saja dengan memelihara air.  Karenanya perlu langkah-langkah pembuatan kolam secara benar.
Induk Koi Impor Papilon

Buku Ikan Koi yang sedang anda baca ini akan mengenalkan kepada anda apa itu ikan koi. Dijelaskan juga mengenai cara membudidayakannya dilahan sempit yang disertai tahapan dan langkah dalam membuat Konstruksi Kolam lengkap dengan filtrasinya. Disajikan pula  tahapan budidaya mulai persiapan lahan, pemilihan induk, pemijahan, pendederan, pemberian pakan, pemanenan, grading sampai dengan pengiriman ikan koi sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah disesuaikan dengan SNI. Dijelaskan juga teknis karantina beserta Cara Penanggulangan Hama dan Penyakit yang biasa menyerang ikan koi.  Pada bagian akhir buku ini juga dijelaskan tips dan trik dalam memelihara ikan koi yang disertai pernak perniknya dan tak lupa juga dilengkapi dengan analisis usaha. Kami berharap, semoga pengalaman yang kami rangkum dalam buku ini dapat bermanfaat bagi dunia perikanan, khususnya Pembudidayaan Ikan Koi. Sehingga diharapkan usaha ini bisa menjadi usaha alternatif untuk menambah penghasilan bagi para pembudidaya ikan agar lebih sejahtera. Salam Sukses Dunia Akherat bagi Kita semua…..

BUKU PANEN CACING SUTERA SETIAP 6 HARI


Ditulis Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi (Penyuluh Perikanan Disnakkan Temanggung)



Untuk mendapatkan Bukunya
Bisa dibeli secara online di toko buku online
bukukita.com

Bisa Baca sample Bukunya di
https://books.google.co.id/books/about/Panen_Cacing_Sutra_Setiap_6_Hari.html?id=Xr9TDgAAQBAJ&redir_esc=y


Jika Anda dan Kelompok ataupun Instansi 
bermaksud mengadakan Pelatihan dan Magang Budidaya Cacing Sutra
Bisa Menghubungi : WA/Telp/SMS : 085768545369




Ketersediaan pakan yang salah satunya merupakan pakan alami sangatlah diperlukan pada usaha pembenihan ikan air tawar maupun ikan hias. Penggunaan  pakan alami yang masih hidup untuk budidaya ikan memiliki beberapa keuntungan selain harganya yang lebih murah juga tidak mudah busuk sehingga dapat mengurangi pencemaran kualitas air. Selain itupakan alami lebih mendekati pada kebutuhan biologis ikan karena merupakan jasad hidup dan mempunyai kandungan gizi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan pakan buatan.
Salah satu diantara sekian banyak pakan alami untuk budidaya ikan adalah cacing sutera atau juga dikenal dengan cacing rambut. Cacing sutera ini menjadi makanan favorit bagi semua benih ikan yang biasanya diberikan dalam keadaan hidup atau masih segar ke dalam air. Cacing ini cukup mudah dijumpai dialam  dan relatif  mudah untuk dibudidayakan. Kemampuanya beradaptasi dengan kualitas air yang jelek membuatnya bisa dipelihara di perairan mengalir mana saja, bahkan pada perairan tercemar sekalipun. Selain itu nutrisi yang ada pada cacing ini cukup baik untuk mempercepat pertumbuhan benih ikan. Dengan berbagai keunggulan tersebut membuat cacing sutera (Tubifex sp) menjadi primadona pakan alami bagi dunia pembenihan khususnya ikan air tawar. Namun sayang pasokan cacing sutera selama ini lebih banyak mengandalkan tangkapan alam sehingga sangat tergantung musim. Kondisi ini menyebabkan harga jual di pasaran kurang stabil, biasanya harga akan naik jika memasuki waktu musim penghujan tiba.
Pada musim hujan selokan dan parit yang biasanya menjadi tempat hidup cacing sutera sangat sering terjadi banjir dengan alian air yang sangat deras.Sehingga menjadi dilematis bagi para pencari cacing untuk mendapatkan cacing hasil tangkapannya.Padahal harga jualnya tinggi akan tetapi sangat sedikit yang bisa ditangkap. Begitu juga yang terjadi pada para penampung yang biasanya menjual cacing tubifex sp di poultry ataupun ditoko-toko lain yang menjual pakan ikan hias.Pelanggan mereka harus kecewa dan gigit jari karena pada musim hujan keberadaan cacing sutera ini menjadi langka.
Ketergantungan pasar terhadap komoditas cacing sutera dari tangkapan alam sebenarnya juga kurang menguntungkan bagi pembenih ikan. Kualitas cacing sutera tangkapan alam biasanya kurang baik, bahkan cenderung dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada benih ikan dan dapat menyebabkan kematian masal. Timbulnya penyakit ini disebabkan cacing sutera membawa bahan pencemar dari habitat asalnya seperti jamur dan  bakteri. Meskipun biasanya pembenih ikan akan mencuci dahulu cacing sutera dan merendamnya dengan kandungan methyllin blue  rendah sebelum diberikan pada benih ikan. Akan tetapi belakangan penggunaan bahan kimia seperti methyllin blue  disarankan agar tidak dipakai lagi dalam proses budidaya ikan karena melanggar kaedah Cara Berbudidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Serangkaian kondisi yang kurang menguntungkan diatas  janganlah membuat kita khawatir dan pasrah dengan keadaan. Tetapisemestinya kita melihat hal ini sebagai sebuah peluang usaha untuk memulai berbudidaya cacing sutera. Selain mudah untuk dibudidayakan bagi yang sudah mengetahui tehnik budidayanya, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya cacing sutera juga relatif murah.
Cacing sutera dari hasil budidaya mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan tangkapan alam.Selain itu tingkat kebersihan, kesehatan, umur panen, ukuran cacing sutera serta kuantitas dan kontinuitas produksinya juga terjamin. Sehingga merupakan suatu keniscayaan bagi para breederagar proses pembenihan terjamin kualitas, kuantitas dan kontinyuitasnya untuk membudidayakan cacing sutera ini.
Setelah membaca buku ini diharapkan pembaca bisa melakukan Budidaya Cacing Sutera mulai tahapan persiapan budidaya, proses budidaya, pemeliharaan, cara memanen cacing sutera serta tehnik pengemasannya. Sehingga diharapkan bisa langsung melakukan proses pemeliharaan cacing sutera dengan beberapa wadah pemeliharaan seperti pada kolam tanah dan wadah bertingkat. Sehingga diharapkan para Pembenih ikan tidak tergantung lagi pada hasil tangkapan alam dimana kuantitas dan kualitasnya kurang terjamin dengan bisa berbudidaya cacing sutera dengan berbagai macam wadah budidaya. Sehingga pelaku utama dan pelaku usaha perikanan khususnya para breeder dapat memenuhi kebutuhan cacing sutera pada masa pembenihan ikanmelalui proses budidaya yang modern, higienis dan terjamin kontinyuitasnya sejak persiapan budidaya, proses budidaya, pemeliharaan, cara memanen serta tehnik pengemasan cacing sutera.


11 Desember 2016

Beternak Kambing dan Domba Cepat Gemuk, Tahan Penyakit, Bebas Bau


Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi
(Penulis Buku Beternak Kambing dan Domba Cepat Gemuk, Tahan Penyakit, Bebas Bau)






Untuk mendapatkan Buku Tersebut Silahkan Menghubungi :
Pemasaran Agromedia Pustaka :
Jl. Kelapa Hijau No.22 Rt.006/03 Jagakarsa
Jakarta Selatan 12620
Telp. (021) 7888 1850, Fax. (021) 7888 1860
E-mail : pemasaran@agromedia.net



Peternakan kambing/domba identik dengan bau dan jorok. Karena itu, jarang sekali peternakan ruminansia ini yang berada dekat dengan pemukiman warga. Belum lagi, pakan hijauan yang harus disiapkan setiap hari membuat orang enggan menjalani usaha ini. Sebenarnya, ada cara untuk mengatasi agar pakan hijauan tidak perlu dicari setiap hari, serta bagaimana mengatasi bau peternakan agar tidak lagi menyengat, sehingga bisa diaplikasikan di lahan samping rumah. Kuncinya terletak pada konstruksi dan sanitasi kandang yang baik, serta pemberian pakan pelengkap berupa pakan fermentasi dari bahan-bahan yang mudah ditemukan seperti gedebog pisang atau jerami yang ditambahkan dengan suplemen probiotik, tanpa harus mengandalkan pakan hijauan.

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lainnya. Jenis bakteri asam laktat (lactic acid bacteria –LAB) sebagai mikroba paling umum digunakan dan sudah dijual bebas di pasaran. Karena itu, bakteri ini tidak berbahaya digunakan, karena LAB telah banyak dipakai dalam industri makanan karena mampu untuk mengubah gula (termasuk laktosa) dan karbohidrat lain menjadi asam laktat.
iv
Di dalam probiotik yang digunakan pada proses fermentasi pakan, terdapat mikroorganisme alami yang menjadi pengurai amonia pada kotoran kambing, sehingga kotoran lebih aman ketika dimanfaatkan sebagai pupuk organik di lahan pertanian, udara di sekitar kandang pemeliharaan kambing tetap terasa segar, dan kambing menjadi tidak mudah terserang penyakit. Buku ini menjelaskan segala hal tersebut, dari cara membuat pakan fermentasi sebagai pengganti pakan hijauan menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat, tetapi tetap mampu mendongkrak pertumbuhan ternak dan tidak menimbulkan bau. Disajikan pula cara ampuh menanggulangi hama dan penyakit pada kambing dan domba—tentu saja dengan menggunakan ramuan alami/herbal, cara membangun konstruksi kandang yang tepat agar sirkulasi berjalan lancar, cara memanfaatkan kotoran dan urine ternak untuk dijadikan pupuk organik pertanian, serta teknis perawatan lainnya lengkap dengan analisis usaha.

Harapan kami, semoga buku ini dapat bermanfaat bagi dunia peternakan, khususnya peternakan kambing dan domba, sehingga bisa menjadi usaha alternatif bagi petani agar lebih sejahtera. Bagi kami, memulai usaha peternakan tidak melulu rumit dan mahal, kami sudah membuktikannya. Salam Petani Mandiri dan Sejahtera

Beternak Ayam Broiler Tanpa Bau Tanpa Vaksin

Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi. (Penulis Buku Beternak Ayam Broiler Tanpa Bau Tanpa Vaksin)


Cover Buku


Untuk Medapatkan Buku Tersebut Silahkan Menghubungi :
Pemasaran Agromedia Pustaka:
Jl. Kelapa Hijau No.22 Rt.006/03 Jagakarsa
Jakarta Selatan 12620
Telp. (021) 7888 1850, Fax. (021) 7888 1860
E-mail : pemasaran@agromedia.net







Timbulnya bau di kandang ayam broiler yang menyengat sering kali menjadi masalah yang serius bagi peternak, apalagi kandang ayam berada pada lingkungan permukiman penduduk. Selama ini masyarakat beranggapan bahwa, idealnya kandang ayam broiler berada jauh dari pemukiman penduduk. Masyarakat khawatir ketika jarak lokasi peternakan terlalu dekat dengan rumah akan memberikan dampak buruk, seperti bau yang menyengat dari kandang, lalat yang menyebar ke permukiman, dan penyebaran penyakit flu burung. Kekhawatiran masyarakat bertambah besar ketika peternak tidak rajin untuk membersihkan kandang, sehingga kotoran ayam akan menumpuk dan sulit untuk dibersihkan.






Pada dasarnya, bau yang timbul dari kandang ayam broiler disebabkan oleh, konstruksi kandang  dan tempat penampungan kotoran yang tidak benar. Penyebab lainnya, yaitu ketika konsumsi pakan mulai meningkat pada umur diatas dua mingguan membuat kotoran yang dikeluarkan oleh ayam pun semakin banyak dan berpotensi menimbulkan bau. Karena itu, merupakan tantangan tersendiri bagi peternak untuk bisa beternak ayam dengan membuat kandang di halaman rumah yang bebas bau serta tidak mengganggu kenyamanan di lingkungan sekitar. Selain masalah bau di kandang, peternak ayam juga harus menghadapi tantangan biaya pakan yang cenderung terus meningkat. Tak dapat dipungkiri, biaya pakan merupakan faktor utama bagi  peternak dalam mengembangkan usahanya. Karena itu,   diperlukan pula metode beternak yang hemat biaya pakan dengan tetap menghasilkan ayam yang berkualitas.

Melihat kondisi tersebut, kami mencoba memberikan tip dan trik kepada peternak untuk bisa memelihara ayam broiler di pekarangan rumah yang hemat biaya pakan, bebas polusi, dan bebas bau. Kami telah lama beternak ayam pedaging di pekarangan rumah dengan konsep
ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau.

Buku yang sedang anda pegang ini akan menjelaskan mengenai cara beternak ayam broiler dilahan sempit lengkap dengan tahapan membuat pakan hasil racikan sendiri dengan  fermentasi yang mampu menambah bobot daging  ayam broiler serta tidak menimbulkan bau.

Buku ini juga menjelaskan cara membuat ramuan herbal dengan bahan tradisional yang mudah didapat, cara menanggulangi hama penyakit yang menyerang ayam broiler, cara membangun konstruksi kandang yang tepat, dan cara memanfaatkan kotoran ternak untuk pupuk organik pertanian serta sumber bahan baku pakan lele organik. Tidak lupa pula, buku ini menjabarkan teknis perawatan lainnya yang juga dilengkapi dengan analisis usaha. Kami

berharap, semoga pengalaman kami dalam buku ini dapat bermanfaat bagi dunia peternakan, khususnya peternakan ayam broiler. Salam Petani Mandiri dan Sejahtera.

28 Januari 2016

Pengumuman Kelulusan Pendaftar PPB (Penyuluh Perikanan Bantu) Tahun 2016

JAKARTA (27/1/2016) www.pusluh.kkp.go.id
 Sebagai tindak lanjut dari pengumuman Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan Nomor : 806/BPSDMP KP.04/TU.210/XII/2015 tanggal 4 Desember 2015, bersama ini kami informasikan hal-hal sebagai berikut :
1.    Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat – BPSDMP KP melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal KKP a.n. Menteri Kelautan dan Perikanan, telah menetapkan Penyuluh Perikanan Bantu (PPB) sebagai tenaga pendamping Program-Program Prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan di kabupaten/kota Tahun 2016;
2.    SK PPB dan surat pengantar penugasan selengkapnya dapat diunduh oleh masing-masing PPB,  kemudian mohon agar disampaikan kepada Kepala Dinas yang menangani kelautan dan perikanan di kabupaten/kota sesuai wilayah penugasan masing-masing untuk mempercepat proses penugasan sebagai Penyuluh Perikanan Bantu di lapangan;
a.     SK PPB selengkapnya dapat diunduh pada url :
b.    Surat Pengantar dapat diunduh pada icon unduh dibawah.

3.    Bagi nama-nama yang tercantum dalam lampiran SK harus melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a.     Melaksanakan tugas pokok sebagaimana poin-poin yang tercantum dalam SK dengan masa kerja 12 bulan terhitung 5 Januari sampai dengan Desember 2016;
b.    Melaksanakan tugas pada Dinas Kelautan dan Perikanan/Instansi yang menangani perikanan di kabupaten/kota sesuai lokasi penempatan PPB;
c.     Mengirimkan Surat Perintah Melaksanakan Tugas (SPMT) dari Dinas Kelautan dan Perikanan/Instansi yang menangani Kelautan dan Perikanan sejak terhitung mulai tanggal PPB bekerja di lokasi penempatan;
d.    Berkomunikasi dengan Penanggungjawab Pemeriksa dan Pengadministrasi Laporan PPB sesuai dengan wilayahnya;
e.     Menyampaikan laporan tertulis kepada Kepala Pusat Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat KP u.p. PJ masing-masing sebagaimana yang terdapat pada Pedoman Kerja PPB (dicap dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan setempat) paling lambat tanggal 5, bulan berikutnya dikirimkan kepada Kepala Pusat Penyuluhan KP dengan alamat Gd. Minabahari III Lantai 6, Jl.Medan Merdeka Timur N0.16, Jakarta Pusat, Jakarta 11011, dan dikirim juga melalui email Penanggungjawab PPB sesuai wilayah provinsi masing-masing (Nama PJ terlampir);
f.       Melakukan daftar ulang bagi nama-nama yang tercantum dalam SK dengan mengisi biodata pada form online sebagaimana url berikut :http://goo.gl/forms/Pej3Kuo1KE
g.     Mengunduh Pedoman Kerja PPB yang akan diinformasikan pada minggu pertama` Februari 2016;
h.    Bersedia mengikuti perkembangan informasi melalui website Pusluhdaya KP (www.pusluh.kkp.go.id) terkait kebijakan kelautan dan perikanan terkini maupun informasi lainnya yang berkaitan dengan hak dan kewajiban Penyuluh Perikanan Bantu Tahun 2016;
Segala informasi yang berkaitan dengan Penyuluh Perikanan Bantu Tahun 2016 hanya kami umumkan melalui website Pusluhdaya KP.
Daftar Nama PJ PPB Tahun 2016
No
Wilayah
Nama PJ
No HP
Alamat email
1.
Aceh,  NTB, Sulawesi Barat
Cece Sudrajat, S.St.Pi, M.AP
087818272728
pjppb1@gmail.com
2.
Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Maluku, Banten
Bambang Rohadi Nugrahono
081285378806
pjppb2@gmail.com
3.
Lampung, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara
Riza Satriawan, S.S.T.Pi
082166734742
pjppb3@gmail.com
4.
Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo
Ridwan Purnama, S.ST
081212113919
pjppb4@gmail.com
5.
Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Papua Barat, DIY, Riau
Bagus Baruno, S.Pi, M.Si
081219420371
pjppb5@gmail.com
6.
Jambi, Jawa Timur,
Ratih meyrnawati, SE
081293934426
pjppb6@gmail.com
7.
Kalimantan Timur, Bengkulu, Bali,  Kalimantan Utara, NTT, DKI Jakarta
Ginanjar Imamil Fauzi, S.Pi, MP
085221135393
pjppb7@gmail.com
8.
Bangka Belitung, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah
Ferdian Nugraha, S.St.Pi
081213229805
pjppb8@gmail.com
9.
Maluku Utara, Jawa Barat, Papua
Fitra Aditama, S.St.Pi
081284714308
pjppb9@gmail.com