30 Desember 2014

WIDYAWISATA : VARIASI PENYULUHAN

Oleh : Mahmud EfendiA.Md (Penyuluh Perikanan Bapeluh Kab Temanggung)



Kata Widyawisata diartikan sebagai perjalanan ke luar (daerah, kampus, dan sebagainya) dalam rangka kunjungan studi (biasanya berombongan). Dan diartikan juga sebagai kunjungan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan (lih. http://kbbi.web.id/widyawisata ). Didalam PERMENPAN NO : PER/19/M.PAN/10/2008 Tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Angka Kreditnya BAB  VI  Pasal  8 juga disebutkan bahwa salah satu tugas Penyuluh Perikanan adalah melaksanakan dan mendampingi kegiatan widyakarya/widyawisata bagi pelaku utama dan pelaku usaha.
Hal yang sama juga di jelaskan dalam KEP MEN KP NO : KEP.54/MEN/2011 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Perikanan dan Angka Kreditnya. Didalam Kep Men KP tersebut dijelaskan bahwa  Widyawisata adalah kegiatan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya. Didalam Kep Men tersebut dijelaskan bahwa tolok ukur kegiatan widyakarya/widyawisata tersebut adalah dilaksanakan dan didampingi oleh Penyuluh Perikanan dan dilakukan pada kegiatan usaha perikanan.
Widyawisata Ke UPR LELE Depokharjo

Widyawisata Ke Joglo cacing
Mengenai cara penyuluhan pernah disampaikan oleh Wiriatmadja (1985) bahwa penyuluhan merupakan suatu bentuk pendidikan yang cara, bahan dan sarananya disesuaikan dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan, baik dari dari sasaran, waktu maupun tempat.  Karena sifatnya yang demikian, maka penyuluhan biasa disebut pendidikan nonformal. Sehingga dengan cara melakukan widyawisata ini diharapkan ada suasana dan cara baru yang dilakukan agar sasaran penyuluhan tidak merasa bosan dengan adanya cara-cara lama.
Sebagaimana kita ketahui bahwa penyuluhan sering diidentikkan dengan proses untuk menumbuhkembangkan berbagai macam pemahaman seperti; penyebarluasan informasi, proses penerangan/penjelasan, pendidikan non-formal, perubahan perilaku, rekayasa sosial, pemasaran inovasi (teknis dan sosial), perubahan sosial (perilaku individu, nilai-nilai, hubungan antar individu, kelembagaan), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan penguatan komunitas (community strengthening) (Mardikanto, 2009). Oleh karena itu melalui kegiatan widyawisata diharapkan juga terjadi proses penyuluhan yang variatif dan tidak menjemukan ditengah cara-cara penyuluhan yang masih konvensional.
Widyawisata yang merupakan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan dimaksudkan untuk menambah pengetahuan seputar perikanan. Kegiatan ini seharusnya didampingi oleh penyuluh perikanan yang tujuannya adalah untuk belajar dan melihat langsung suatu penerapan teknologi dalam keadaan yang sesungguhnya dan betul-betul telah berjalan dilokasi tujuan. Sehingga diharapkan melalui kegiatan ini wawasan para pelaku utama maupun pelaku usaha perikanan bisa semakin dinamis dan terbuka. Melalui kegiatan ini terjadi proses penyebarluasan informasi dan tehnologi terbaru dari pelaku perikanan yang telah berhasil dan memang layak untuk dikunjungi. Diharapkan pada kegiatan tersebut terjadi “Transfer of Technology”, penjelasan dan pembelajaran secara langsung dengan melihat proses produksi dan usaha yang dikunjungi.
Melalui kegiatan ini diharapkan juga menjadi salah satu proses pendidikan secara non-formal sebagaimana yang diharapkan dari sebuah penyuluhan. Dimana para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan bisa belajar secara langsung kepada pelaku perikanan yang dikunjungi. Didalam kegiatan tersebut biasanya para pelaku perikanan sering terjadi diskusi dan saling berbagi informasi dan teknologi perikanan dalam suasana santai dan hangat. Pasalnya memang kebanyakan masyarakat kita masih enggan bertanya dan terjadi ewuh pekewuh apabila sebuah proses pembelajaran diadakan didalam ruangan kelas dan dalam suasana resmi. Mereka cenderung mengalami kesulitan dalam menyampaikan dan menanyakan sesuatu apabila suasana yang ada cenderung bersifat formal.

Dengan kegiatan widyawisata diharapkan juga terjadi perubahan perilaku pelaku perikanan sehingga mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi  dan teknologi perikanan yang telah mereka kunjungi. rekayasa sosial, pemasaran inovasi (teknis dan sosial), perubahan sosial (perilaku individu, nilai-nilai, hubungan antar individu, kelembagaan), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan penguatan komunitas (community strengthening).

Dengan Widyawisata diharapkan proses penyuluhan bisa berjalan  secara  menarik dan menyenangkan. Pada hakekatnya Widya Wisata adalah “wisata” sambil belajar di alam terbuka dengan menjadikan objek-objek wisata sebagai wahana untuk belajar.
Tujuan Widya Wisata adalah sebagai berikut :
  1. Menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang tehnologi perikanan secara langsung dari sumbernya yang merupakan pelaku utama dan pelaku usaha real yang sudah mengetahui seluk-beluk usaha perikanan.
  2. Menuangkan hasil pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung seputar info perikanan dari hasil widyawisata tadi  ke dalam usaha perikanan yang akan digeluti dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Membuktikan secara langsung ilmu pengetahuan yang didapat melalui pertemuan rutin kelompok dengan penyuluh perikanan dengan kenyataan yang ada di lapangan.
  4. Sebagai bekal wacana dan pengetahuan yang sangat berharga untuk kemudian melakukan ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) dalam usaha perikanan yang akan dilakukan.
Dengan adanya widyawisata ini di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku pelaku utama dan pelaku usaha perikanan. Selain itu pelaksanaan widyawisata ini sekaligus juga bisa meningkatkan tali silahturahmi antara pemberi/sumber informasi yang biasanya merupakan pelaku utama dan pelaku usaha perikanan yang sudah berhasil dengan para peserta widyawisata. Sehingga peserta bisa mendapatkan ilmu sambil “jalan-jalan” dan pemberi ilmu bisa melatih kemampuannya untuk menularkan dan menyampaikan apa yang selama ini dilakukan. Sehingga proses penyuluhan bisa berjalan dengan baik dan juga bisa menciptakan penyuluh-penyuluh swadaya perikanan yang bisa terlatih untuk menyampaikan apa yang selama ini sudah berhasil dilakukan. Dan diharapkan dengan widyawisata ini para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan bisa semakin menemukan ide-ide segar dan kreatif demi munculnya wirausahawan muda perikanan yang kreatif dan inovatif. Semoga........