30 November 2013

Beternak Cacing Sutra (Tubifex sp) Cara Modern



   Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi
(Penulis Buku : Beternak Cacing Sutera Cara Modern)

Menanggapi Antusiasme Masyarakat Khususnya Para Peminat Budidaya Cacing Sutera Cara Modern ala Bapak AGus Tiyoso Temanggung yang Begitu Besar, Maka mulai Kedepannya silahkan menghubungi CALL CENTRE "Manajemen JOGLO CACING" (di No HP :0857 68 545 369) sebagai PUSAT INFORMASI SEPUTAR BUDIDAYA CACING SUTERA yang ada di Semarang. Termasuk untuk Pemesanan Sarana dan Prasarana Budidaya, Kunjungan ke lokasi, Seminar/Pelatihan dan lain-lain. Semua ini dimaksudkan agar Pelayanan dimulai dari satu pintu untuk kebaikan bersama


Industrialisasi perikanan yang diprogramkan oleh  Kementerian Kelautan dan Perikanan diharapkan mampu berpihak pada para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan agar bisa hidup lebih sejahtera. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk  perikanan (value added), sekaligus meningkatkan daya saing yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Diharapkan melalui program bisa menjadikan produk  perikanan termasuk perikanan budidaya air tawar menjadi lebih memiliki nilai jual dan berkualitas ekspor.
Program Industrialisasi Perikanan termasuk pada kegiatan budidaya hanya akan berjalan dengan baik bila ada peran pemerintah didalamnya. Disinilah diperlukan Penyuluh Perikanan sebagai penghubung antara pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dengan pemerintah dalam mensukseskan program tersebut. Keberadaan penyuluh diharapkan bisa mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap pelaku utama dan  pelaku usaha perikanan. Sehingga diharapkan melalui proses pembelajaran tersebut mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya. Semua ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Konsep Industrialisasi Perikanan juga menuntut keberadaan hasil produksi budidaya perikanan sebagai bahan baku pengolahan tersedia secara kontinyu dan berkualitas. Karena itu ketersediaan pakan, baik pakan alami maupun pakan buatan dalam proses budidaya sangatlah mutlak diperlukan. Ketersedian pakan yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk menjamin  kontinyuitas produksi pada proses budidaya perikanan.
Ketersediaan pakan yang salah satunya merupakan pakan alami sangatlah diperlukan  pada usaha pembenihan ikan air tawar maupun ikan hias. Penggunaan  pakan alami yang masih hidup untuk budidaya ikan memiliki beberapa keuntungan selain harganya yang lebih murah juga tidak mudah busuk sehingga dapat mengurangi pencemaran kualitas air. Selain itu pakan alami lebih mendekati pada kebutuhan biologis ikan karena merupakan jasad hidup dan mempunyai kandungan gizi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan pakan buatan.
Salah satu diantara sekian banyak pakan alami untuk budidaya ikan adalah cacing sutera atau juga dikenal dengan cacing rambut. Cacing sutera ini menjadi makanan favorit bagi semua benih ikan yang biasanya diberikan dalam keadaan hidup atau masih segar ke dalam air. Cacing ini cukup mudah dijumpai dialam  dan relatif  mudah untuk dibudidayakan. Kemampuanya beradaptasi dengan kualitas air yang jelek membuatnya bisa dipelihara di perairan mengalir mana saja, bahkan pada perairan tercemar sekalipun. Selain itu nutrisi yang ada pada cacing ini cukup baik untuk mempercepat pertumbuhan benih ikan. Dengan berbagai keunggulan tersebut membuat cacing sutera (Tubifex sp) menjadi primadona pakan alami bagi dunia pembenihan khususnya ikan air tawar. Namun sayang pasokan cacing sutera selama ini lebih banyak mengandalkan tangkapan alam sehingga sangat tergantung musim. Kondisi ini menyebabkan harga jual di pasaran kurang stabil, biasanya harga akan naik jika memasuki waktu musim penghujan tiba.
Pada musim penghujan para pencari cacing sutera tidak berani turun ke sungai karena aliran air yang sangat deras. Selain itu biasanya setelah hujan turun koloni cacing sutera akan mudah hilang karena terbawa arus air dan cenderung lebih sulit untuk ditemukan lagi. Pada musim hujan selokan dan parit yang biasanya menjadi tempat hidup cacing sutera sangat sering terjadi banjir dengan alian air yang sangat deras. Sehingga menjadi dilematis bagi para pencari cacing untuk mendapatkan cacing hasil tangkapannya.  Padahal harga jualnya tinggi akan tetapi sangat sedikit yang bisa ditangkap. Begitu juga yang terjadi pada para penampung yang biasanya menjual cacing tubifex sp di poultry ataupun ditoko-toko lain yang menjual pakan ikan hias. Pelanggan mereka harus kecewa dan gigit jari karena pada musim hujan keberadaan cacing sutera ini menjadi langka.
Ketergantungan pasar terhadap komoditas cacing sutera dari tangkapan alam sebenarnya juga kurang menguntungkan bagi pembenih ikan. Kualitas cacing sutera tangkapan alam biasanya kurang baik, bahkan cenderung dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada benih ikan dan dapat menyebabkan kematian masal. Timbulnya penyakit ini disebabkan cacing sutera membawa bahan pencemar dari habitat asalnya seperti jamur dan  bakteri. Meskipun biasanya pembenih ikan akan mencuci dahulu cacing sutera dan merendamnya dengan kandungan methyllin blue  rendah sebelum diberikan pada benih ikan. Akan tetapi belakangan penggunaan bahan kimia seperti methyllin blue  disarankan agar tidak dipakai lagi dalam proses budidaya ikan karena melanggar kaedah Cara Berbudidaya Ikan yang Baik (CBIB). 
Budidaya Cacing Sutera Dengan Bak Bulat Sistem SCRS (Mas Roziqin Trenggalek)

Serangkaian kondisi yang kurang menguntungkan diatas  janganlah membuat kita khawatir dan pasrah dengan keadaan. Tetapi semestinya kita melihat hal ini sebagai sebuah peluang usaha untuk memulai berbudidaya cacing sutera. Selain mudah untuk dibudidayakan bagi yang sudah mengetahui tehnik budidayanya, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya cacing sutera juga relatif murah. Panen perdananya juga relatif singkat yang bisa dilakukan setelah 50 – 57 hari, kemudian bisa dilakukan setiap 10 – 12 hari sekali setelah panen perdana tanpa harus membeli benih cacing sutera lagi untuk budidaya selanjutnya.

Buku Untuk Menambah Wawasan Seputar Budidaya Cacing Sutera
Cacing sutera dari hasil budidaya mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan tangkapan alam. Selain itu tingkat kebersihan, kesehatan, umur panen, ukuran cacing sutera serta kuantitas dan kontinuitas produksinya juga terjamin. Sehingga merupakan suatu keniscayaan bagi para breeder agar proses pembenihan terjamin kualitas, kuantitas dan kontinyuitasnya untuk membudidayakan cacing sutera ini.