17 Maret 2017

BUKU PANEN CACING SUTERA SETIAP 6 HARI


Ditulis Oleh : Mahmud Efendi, S.Tr.Pi (Penyuluh Perikanan Disnakkan Temanggung)



Untuk mendapatkan Bukunya
Bisa dibeli secara online di toko buku online
bukukita.com

Bisa Baca sample Bukunya di
https://books.google.co.id/books/about/Panen_Cacing_Sutra_Setiap_6_Hari.html?id=Xr9TDgAAQBAJ&redir_esc=y


Jika Anda dan Kelompok ataupun Instansi 
bermaksud mengadakan Pelatihan dan Magang Budidaya Cacing Sutra
Bisa Menghubungi : WA/Telp/SMS : 085768545369




Ketersediaan pakan yang salah satunya merupakan pakan alami sangatlah diperlukan pada usaha pembenihan ikan air tawar maupun ikan hias. Penggunaan  pakan alami yang masih hidup untuk budidaya ikan memiliki beberapa keuntungan selain harganya yang lebih murah juga tidak mudah busuk sehingga dapat mengurangi pencemaran kualitas air. Selain itupakan alami lebih mendekati pada kebutuhan biologis ikan karena merupakan jasad hidup dan mempunyai kandungan gizi yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan pakan buatan.
Salah satu diantara sekian banyak pakan alami untuk budidaya ikan adalah cacing sutera atau juga dikenal dengan cacing rambut. Cacing sutera ini menjadi makanan favorit bagi semua benih ikan yang biasanya diberikan dalam keadaan hidup atau masih segar ke dalam air. Cacing ini cukup mudah dijumpai dialam  dan relatif  mudah untuk dibudidayakan. Kemampuanya beradaptasi dengan kualitas air yang jelek membuatnya bisa dipelihara di perairan mengalir mana saja, bahkan pada perairan tercemar sekalipun. Selain itu nutrisi yang ada pada cacing ini cukup baik untuk mempercepat pertumbuhan benih ikan. Dengan berbagai keunggulan tersebut membuat cacing sutera (Tubifex sp) menjadi primadona pakan alami bagi dunia pembenihan khususnya ikan air tawar. Namun sayang pasokan cacing sutera selama ini lebih banyak mengandalkan tangkapan alam sehingga sangat tergantung musim. Kondisi ini menyebabkan harga jual di pasaran kurang stabil, biasanya harga akan naik jika memasuki waktu musim penghujan tiba.
Pada musim hujan selokan dan parit yang biasanya menjadi tempat hidup cacing sutera sangat sering terjadi banjir dengan alian air yang sangat deras.Sehingga menjadi dilematis bagi para pencari cacing untuk mendapatkan cacing hasil tangkapannya.Padahal harga jualnya tinggi akan tetapi sangat sedikit yang bisa ditangkap. Begitu juga yang terjadi pada para penampung yang biasanya menjual cacing tubifex sp di poultry ataupun ditoko-toko lain yang menjual pakan ikan hias.Pelanggan mereka harus kecewa dan gigit jari karena pada musim hujan keberadaan cacing sutera ini menjadi langka.
Ketergantungan pasar terhadap komoditas cacing sutera dari tangkapan alam sebenarnya juga kurang menguntungkan bagi pembenih ikan. Kualitas cacing sutera tangkapan alam biasanya kurang baik, bahkan cenderung dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada benih ikan dan dapat menyebabkan kematian masal. Timbulnya penyakit ini disebabkan cacing sutera membawa bahan pencemar dari habitat asalnya seperti jamur dan  bakteri. Meskipun biasanya pembenih ikan akan mencuci dahulu cacing sutera dan merendamnya dengan kandungan methyllin blue  rendah sebelum diberikan pada benih ikan. Akan tetapi belakangan penggunaan bahan kimia seperti methyllin blue  disarankan agar tidak dipakai lagi dalam proses budidaya ikan karena melanggar kaedah Cara Berbudidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Serangkaian kondisi yang kurang menguntungkan diatas  janganlah membuat kita khawatir dan pasrah dengan keadaan. Tetapisemestinya kita melihat hal ini sebagai sebuah peluang usaha untuk memulai berbudidaya cacing sutera. Selain mudah untuk dibudidayakan bagi yang sudah mengetahui tehnik budidayanya, modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha budidaya cacing sutera juga relatif murah.
Cacing sutera dari hasil budidaya mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan tangkapan alam.Selain itu tingkat kebersihan, kesehatan, umur panen, ukuran cacing sutera serta kuantitas dan kontinuitas produksinya juga terjamin. Sehingga merupakan suatu keniscayaan bagi para breederagar proses pembenihan terjamin kualitas, kuantitas dan kontinyuitasnya untuk membudidayakan cacing sutera ini.
Setelah membaca buku ini diharapkan pembaca bisa melakukan Budidaya Cacing Sutera mulai tahapan persiapan budidaya, proses budidaya, pemeliharaan, cara memanen cacing sutera serta tehnik pengemasannya. Sehingga diharapkan bisa langsung melakukan proses pemeliharaan cacing sutera dengan beberapa wadah pemeliharaan seperti pada kolam tanah dan wadah bertingkat. Sehingga diharapkan para Pembenih ikan tidak tergantung lagi pada hasil tangkapan alam dimana kuantitas dan kualitasnya kurang terjamin dengan bisa berbudidaya cacing sutera dengan berbagai macam wadah budidaya. Sehingga pelaku utama dan pelaku usaha perikanan khususnya para breeder dapat memenuhi kebutuhan cacing sutera pada masa pembenihan ikanmelalui proses budidaya yang modern, higienis dan terjamin kontinyuitasnya sejak persiapan budidaya, proses budidaya, pemeliharaan, cara memanen serta tehnik pengemasan cacing sutera.